Kompas.com - 08/01/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi planet Jupiter adalah objek terbesar kedua di Tata Surya, setelah Matahari. Jupiter sering disebut bintang gagal, karena berdasarkan massa, memiliki kesamaan komposisi dengan Matahari. SHUTTERSTOCK/Vadim SadovskiIlustrasi planet Jupiter adalah objek terbesar kedua di Tata Surya, setelah Matahari. Jupiter sering disebut bintang gagal, karena berdasarkan massa, memiliki kesamaan komposisi dengan Matahari.


KOMPAS.com- Tata Surya kita memiliki dua objek yang sangat besar, yakni Matahari dan Jupiter. Matahari adalah bintang dan Jupiter adalah salah satu planet di galaksi Bima Sakti.

Namun, meski sama-sama berukuran besar, kenapa Jupiter tidak tergolong sebagai bintang?

Pertanyaan ini menjadi salah satu rahasia alam semesta dibalik misteri terbentuknya objek terbesar kedua setelah Matahari ini.

Dari urutan bintang terkecil yang diketahui di galaksi Bima Sakti, terdapat EBLM J0555-57Ab, yakni katai merah yang berjarak 600 tahun cahaya, beradius rata-rata sekitar 59.000 km, objek kerdil ini sedikit lebih besar dari Saturnus.

Namun, hal itu menjadikannya bintang terkecil yang diketahui mendukung fusi hidrogen di intinya, proses yang membuat bintang tetap menyala hingga bahan bakarnya habis.

Baca juga: 800 Tahun Sekali: Jangan Lewatkan Fenomena Konjungsi Agung Jupiter-Saturnus

 

Lantas, bagaimana dengan Jupiter?

Dilansir dari Science Alert, Jumat (8/1/2021), Jupiter tidak memiliki massa yang cukup untuk meleburkan hidrogen menjadi helium.

Sedangkan EBLM J0555-57Ab tersebut memiliki sekitar 85 kali massa Jupiter, hampir seringan bintang. Jika lebih rendah, katai merah tersebut juga bisa tidak akan dapat melebur hidrogen.

Matahari dan Jupiter punya komposisi serupa

Akan tetapi, jika Tata Surya kita berbeda, mungkinkah Jupiter bisa menjadi bintang?

Raksasa gas mungkin bukan bintang. Massa jenis Matahari adalah 1,41 gram per cm2. Baik Matahari maupun Jupiter, ternyata sangat mirip secara komposisi.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Di Mana Planet Jupiter dan Saturnus Dilahirkan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
komentar
Close Ads X