15 Masalah Kesehatan yang Bisa Memperparah Gejala Virus Corona

Kompas.com - 21/10/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

KOMPAS.com - Gejala penyakit Covid-19 atau virus corona dapat sangat bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang tidak memiliki gejala sama sekali, sementara yang lain menjadi sakit parah sehingga pada akhirnya membutuhkan bantuan mesin untuk bernapas.

Berbagai masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya, juga sangat berpengaruh pada tingkat keparahan seseorang yang terinfeksi virus corona.

Kita tentu sudah tahu gejala apa saja yang mungkin muncul saat terinfeksi virus corona. Namun selain itu, penting untuk mengetahui beberapa masalah kesehatan mendasar yang bisa meningkatkan risiko gejala virus corona yang parah.

1. Usia lanjut

Semua orang dari segala usia, bahkan anak-anak, dapat tertular virus corona. Tapi virus ini banyak menyerang orang dewasa paruh baya dan lanjut usia.

Risiko munculnya gejala berbahaya meningkat seiring bertambahnya usia, mereka yang berusia 85 tahun ke atas umumnya berada pada risiko tertinggi gejala serius.

Di AS, sekitar 80% kematian akibat penyakit ini terjadi pada orang yang berusia 65 tahun ke atas. Risiko kematian bahkan lebih tinggi ketika mereka memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Baca juga: Waspadai 10 Gejala Baru Covid-19 yang Tak Terduga

2. Kanker

Menurut CDC, saat ini menderita kanker apa pun membuat Anda berisiko terkena kasus COVID-19 yang parah. Apakah risikonya lebih tinggi atau tidak untuk orang dengan riwayat kanker, sampai saat ini masih belum jelas.

Dalam dua penelitian Lancet, antara 13 hingga 28 persen pasien Covid-19 yang menderita kanker meninggal dunia.

Pasien berusia tua dan para pria tampaknya lebih berisiko, tetapi perawatan kanker seperti kemoterapi tidak berdampak pada kematian di kedua penelitian.

3. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis adalah ketika ginjal Anda, yang biasanya menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah Anda, tidak dapat lagi menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Menurut CDC, Kelebihan cairan dan limbah dalam aliran darah, membuat pasien berisiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dalam skenario terburuk, pasien memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Pasien penyakit ginjal yang paling berisiko untuk terinfeksi virus corona adalah mereka yang mengalami penurunan kekebalan akibat transplantasi, atau yang melakukan perawatan hemodialisis di pusat beberapa kali seminggu.

Baca juga: Long Covid, Dampak Jangka Panjang Infeksi Corona dan Gejalanya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X