Kompas.com - 06/10/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada berbagai gejala yang dilaporkan oleh mereka yang telah terinfeksi virus.

Umumnya masa inkubasi rata-rata sekitar 5-6 hari, tapi beberapa orang mengalami tanda-tanda infeksi dua hari setelah terpapar.

Meski telah banyak mempelajari tentang Covid-19 sejak awal pandemi, hingga saat ini para dokter dan ahli masih terus menemukan gejala baru terkait virus corona.

Menurut para dokter, virus corona dapat menimbulkan gejala dari ujung kepala sampai ujung kaki yang bisa berakibat fatal.

Baca juga: Bersin Termasuk Gejala Covid-19, Benarkah?

Bahkan, mereka juga menemukan bahwa gejala tertentu dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, meski pasien telah dinyatakan negatif Covid-19.

Berikut lima gejala baru yang paling sering dilaporkan:

1. Hilangnya indera perasa dan penciuman

Salah satu gejala yang muncul pada banyak orang adalah kehilangan kemampuan untuk mengecap dan mencium.

Menurut Amir Masoud, MBBS, ahli gastroenterologi Yale Medicine, salah satu gejala awal Covid-19 adalah hilangnya kemampuan indera perasa atau disebut ageusia, gejala ini dapat muncul hanya dalam dua hari setelah terpapar.

Seiring dengan hilangnya indera rasa, Dr. Massoud mengatakan kemungkinan mengalami kehilangan indera penciuman yang juga disebut anosmia, di awal infeksi.

"Saat virus corona menginfeksi tubuh, virus itu akan menyerang organ penciuman Anda, yang bertanggung jawab atas indera penciuman, dan merusak pembuluh darah yang memberi makan organ ini," jelas William W. Li, MD, dokter, ilmuwan, dan penulis terkenal internasional Buku terlaris New York Times, Eat to Beat Disease: The New Science of How Your Body Can Heal Itself.

"Jika Anda mengalami ini bersamaan dengan gejala lainnya, sebaiknya segera beri tahu dokter Anda," sarannya.

Pada beberapa orang, gejala ini bahkan bertahan hingga berbulan-bulan.

Baca juga: Tak Bisa Mencium Bau, Gejala Covid-19 yang Lebih Khas Dibanding Batuk

2. Kesulitan bernapas

Sesak napas adalah gejala umum Covid-19, tetapi kesulitan bernapas yang serius bisa menjadi tanda sindrom gangguan pernapasan akut, yang bisa berakibat fatal. Ini gejala lain yang membutuhkan perhatian medis segera.

Menurut Harvard Medical School, ada banyak contoh sesak napas sementara yang tidak mengkhawatirkan. Misalnya, ketika Anda merasa sangat cemas, biasanya sesak napas akan muncul tapi kemudian hilang saat Anda tenang.

Namun, jika Anda selalu merasa sesak napas atau kesulitan menghirup udara setiap kali Anda memaksakan diri, Anda selalu perlu menghubungi dokter segera.

3. Kelelahan

Kelelahan merupakan salah satu gejala awal Covid-19. Masalahnya, gejala ini dapat bertahan hingga berminggu-minggu kemudian.

"Kami mulai melihat semakin banyak orang yang tampaknya pulih dari virus corona, tapi berminggu-minggu kemudian, mereka merasa lemah, merasa lelah, merasa lesu, hingga merasa sesak napas," kata Fauci.

"Ini sangat mengganggu, karena jika banyak orang mengalami ini, maka setelah pulih dari Covid-19 mereka mungkin tidak baik-baik saja. Anda mungkin mengalami minggu-minggu di mana Anda merasa tidak sepenuhnya dalam kondisi baik."

Ini adalah fenomena yang disebut "long haul", dan para dokter mengkhawatirkan efeknya pada kesehatan jangka panjang.

"Betapa banyak orang yang memiliki sindrom postviral yang sangat mirip dengan myalgic encephalomyelitis / sindrom kelelahan kronis," kata Dr. Anthony Fauci, spesialis penyakit menular nasional terkemukaimbuh Fauci.

Melansir CNN, Penyakit kronis, myalgic encephalomyelitis - sindrom kelelahan kronis - dapat berlangsung selama beberapa dekade.

Sindrom ini sering kali berakar setelah mengalami beberapa bentuk infeksi virus, seperti virus Epstein-Barr atau virus Ross River. Virus corona tampaknya menjadi satu lagi virus yang berpotensi memicu timbulnya kondisi yang melemahkan ini.

Baca juga: Menderita Kelelahan Terus-menerus, Efek Jangka Panjang Covid-19

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Omicron Bertahan di Permukaan Plastik | Keraguan Pedagang Pasar tentang Vaksin | Matahari Terbenam Lebih Lambat

[POPULER SAINS]: Omicron Bertahan di Permukaan Plastik | Keraguan Pedagang Pasar tentang Vaksin | Matahari Terbenam Lebih Lambat

Oh Begitu
Apa Saja Gejala Varian Omicron pada Balita?

Apa Saja Gejala Varian Omicron pada Balita?

Kita
Gejala Stroke Ringan dan Cara Mengatasinya

Gejala Stroke Ringan dan Cara Mengatasinya

Kita
Satgas: Obat Covid-19 yang Dipakai untuk Varian Sebelumnya, Masih Efektif Lawan Infeksi Omicron

Satgas: Obat Covid-19 yang Dipakai untuk Varian Sebelumnya, Masih Efektif Lawan Infeksi Omicron

Oh Begitu
Kapan Anak Memerlukan Tambahan Suplemen?

Kapan Anak Memerlukan Tambahan Suplemen?

Kita
Update Bibit Siklon Tropis 91W Picu Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

Update Bibit Siklon Tropis 91W Picu Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

Oh Begitu
Mengenal Molnupiravir dan Favipirapir, Obat Covid-19 untuk Gejala Ringan

Mengenal Molnupiravir dan Favipirapir, Obat Covid-19 untuk Gejala Ringan

Oh Begitu
Roket SpaceX Elon Musk Akan Tabrak dan Meledak di Bulan

Roket SpaceX Elon Musk Akan Tabrak dan Meledak di Bulan

Fenomena
Satgas Covid-19 Sebut Penyintas Covid-19 Bisa Terinfeksi Kembali akibat Varian Omicron

Satgas Covid-19 Sebut Penyintas Covid-19 Bisa Terinfeksi Kembali akibat Varian Omicron

Oh Begitu
Bahaya Karbon Monoksida bagi Kesehatan

Bahaya Karbon Monoksida bagi Kesehatan

Oh Begitu
Fenomena Bulan Hitam, Definisi, Daftar Wilayah Terjadi, Cara Melihat dan Dampaknya

Fenomena Bulan Hitam, Definisi, Daftar Wilayah Terjadi, Cara Melihat dan Dampaknya

Fenomena
Cari Lokasi Vaksin Booster Terdekat Secara Online, Ini Caranya

Cari Lokasi Vaksin Booster Terdekat Secara Online, Ini Caranya

Oh Begitu
Omicron Bertahan Hidup di Permukaan Plastik hingga 21 Hari, Lebih Lama dari Varian Lainnya

Omicron Bertahan Hidup di Permukaan Plastik hingga 21 Hari, Lebih Lama dari Varian Lainnya

Oh Begitu
Matahari Terbenam Lebih Lambat, Ini Daftar Wilayah yang Akan Mengalaminya

Matahari Terbenam Lebih Lambat, Ini Daftar Wilayah yang Akan Mengalaminya

Fenomena
Peneliti Temukan Tanda Antibodi Pasien yang Paling Berisiko Alami Long Covid-19

Peneliti Temukan Tanda Antibodi Pasien yang Paling Berisiko Alami Long Covid-19

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.