5 Fakta Vaksin Covid-19 di Indonesia, dari Sasaran hingga Harga

Kompas.com - 13/10/2020, 17:33 WIB
Ilustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19.

KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 dijadwalkan segera terealisasi pada November 2020.

Pemerintah telah memastikan finalisasi pembelian vaksin dari tiga perusahan produsen vaksin Covid-19 luar negeri, yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun, serta Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir bertemu pimpinan tiga produsen vaksin Covid-19 pada Sabtu (10/10/2020).

Sebagaimana dilansir dari siaran pers di laman Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada Senin (12/10/2020), hal ini dilakukan di sela kunjungan kerja dan pertemuan bilateral denan Menteri Luar Negeri dan jajaran pemerintah China di Yunan.

Berikut X fakta terkait Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia.

1. 3 kandidat vaksin

Ada tiga perusahaan vaksin Covid-19 yang diajak bekerja sama, yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.

Cansino Biologics mengembangkan vaksin Covid-19 yang dinamai Ad5-nCoV. Ini adalah vaksin rekombinan berbasis adenovirus Ad5. Dasar vaksin rekombinan adalah bagian atau sepotong protein, bukan virus secara utuh.

Pengembangan Ad5-nCoV saat ini masuk dalam pengujian klinis fase 3, yang telah dimulai sejak bulan Agustus lalu. Pengujiannya dilakukan di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Pakistan dan Rusia. Di China, vaksin ini sudah mendapat izin sebagai obat yang dibutuhkan secara khusus dan digunakan terbatas di kalangan militer.

Untuk kandidat vaksin Covid-19 yang dibuat Sinopharm belum diumumkan namanya. Saat ini vaksin itu sudah di tahap uji klinis fase 3. Jika vaksin Ad5-nCoV adalah vaksin rekombinan berbasis adenovirus Ad5, vaksin yang dibuat Sinopharm berisi virus yang telah dilemahkan atau diinaktivasi.

Terakhir, vaskin yang dibuat oleh Sinovac Biotech yang dinamai CoronaVac. Seperti Sinopharm, vaksin CoronaVac juga berisi virus yang telah dilemahkan atau diinaktivasi.

Baca juga: Mengenal 3 Kandidat Vaksin Corona untuk Indonesia yang Tersedia Bulan Depan

2. Sudah mendapat emergency use authorization (EUA) dari China

Ketiga vaksin yang diproduksi oleh Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac telah mendapat emergency use authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat.

Tampilan vaksin corona yang dikembangkan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac.DW INDONESIA Tampilan vaksin corona yang dikembangkan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac.

Ketiganya pun kini sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ketiga dan dalam proses mendapatkan EUA di sejumlah negara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X