Ahli: Perempuan Punya Peran Besar Optimalkan Perilaku Adaptasi Kebiasaan Baru

Kompas.com - 25/08/2020, 12:35 WIB
New normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona. ShutterstockNew normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona.

Hamdi menegaskan, dari psikologisnya perempuan cenderung lebih takut tertular, sehingga lebih patuh melakukan tindakan protokol kesehatan di bawah ini, dibandingkan dengan kaum laki-laki, saat menjalani aktivitasnya di adaptasi kenormalan yang baru atau new normal.

  • Memakai masker
  • Melakukan rutin cuci tangan pakai sabun
  • Tidak memegang benda-benda yang tidak perlu
  • Berjaga jarak
  • Melakukan disinfektan terhadap benda-benda yang berpotensi penularan

"Ada satu hal lagi, sebenarnya temuan kita, kaum laki-laki itu kalau ditingkat (lingkungan) rumahan atau tingkat rumah tangga pribadi, itu tertib sebenarnya. Hanya saja itu jadi buyar (tidak tertib) kalau berada di fasilitas umum atau ruang publik," ujarnya.

Baca juga: Osteoporosis di Rongga Mulut Meningkat pada Lansia Perempuan, Ini Penyebabnya

 

Ketidak patuhan protokol kesehatan itu juga bisa terlihat saat orang-orang mulai ke luar rumah, ketika naik kendaraan, di terminal, pasar dan tempat keramaian itu justru kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 itu menurun.

"Ini yang menurut saya perlu kita cari solusinya," tuturnya.

Jadi bagaimana pengaturan di ruang publik itu berjalan dengan maksimal dan ada kecenderungan kalau orang keluar rumah, terutama bapak-bapak atau kaum pria.

"Jadi kita mikir, itu harusnya ibu-ibu itu rajin ngirim (pesan) WA (WhatsApp) ke bapak-bapaknya saat lagi di luar, untuk hati-hati dan tetap patuh protokol saat mencari nafkah di luar rumah," ujarnya.

Baca juga: Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

 

Sementara itu, Ketua TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Depok, Elly Farida mengatakan bahwa sejak awal pandemi  fokus terhadap sosialisasi edukasi yang menyasar terhadap beragam segmen masyarakat dari anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang-orang tua lansia terkait hal-hal yang perlu diketahui mengenai pandemi virus corona ini.

Sosialisasi edukasi ini terus dilakukan secara intens, karena saat ini memang sedang ada satu persoalan besar yang harus ditangani secara bersama.

"Ini (sosialisasi edukasi) kami mengoptimalkan dari media sosial, baik handphone atau grup-grup WhatsApp ataupun juga medsos yang lain," ujar Elly dalam streaming BNPB bertajuk Peran PKK dalam Promosi Adaptasi Kebiasaan Baru, Senin (24/8/2020).

Elly berkata, tujuan utama optimalisasi media sosial tersebut adalah agar sampai kepada masyarakat tentang apa yang harusnya kita lakukan dengan bijak dalam menghadapi Covid-19 dengan sesuatu hal yang cerdas, sigap agar kita semua bisa selamat dan tetap sehat

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

Oh Begitu
Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kita
Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Oh Begitu
Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Kita
Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Oh Begitu
Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Fenomena
Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Oh Begitu
Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Oh Begitu
Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X