Osteoporosis di Rongga Mulut Meningkat pada Lansia Perempuan, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 05/08/2020, 07:01 WIB
Ilustrasi osteoporosis rongga mulut. SHUTTERSTOCK/Pop Paul-CatalinIlustrasi osteoporosis rongga mulut.


KOMPAS.com- Angka harapan hidup usia lanjut (lansia) semakin meningkat, tetapi penyakit osteoporosis atau penurunan kualitas tulang di rongga mulut pada perempuan lansia bisa menjadi semakin parah, dan disebabkan oleh banyak faktor.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Gigi drg Susi R Puspitadewi SpPros dalam promosi kandidat Doktornya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Untuk diketahui, pada tahun 2050, diperkirakan usia harapan hidup lanjut usia (lansia) di Indonesia akan mencapai 80 tahun, dan ini meningkat 11 persen daru usia sebelumnya yaitu 72 tahun.

Namun, ternyata meningkatnya angka harapan hidup lansia ini justru juga harus diwaspadai sebab terjadi juga peningkatan berbagai penyakit degeneratif, termasuk penyakit metabolik seperti osteoporosis.

Baca juga: Harus Makan Apa Supaya Terhindar dari Osteoporosis?

Penyebab osteoporosis pada rongga mulut

Dalam penelitiannya, Susi melakukan riset terhadap penyakit degeneratif osteoporosis yang berkaitan dengan perempuan lansia rentang usia 50 sampai 75 tahun.

Kualitas tulang menurun pada perempuan berusia 50-75 tahun, itu terjadi akibat penurunan sekresi hormon estrogen di ovarium pada masa pascamenopause.

Selain itu, penurunan kualitas tulang secara umum juga terjadi pada tulang di rongga mulut yaitu rulang alveolar.

Ilustrasi gigiShutterstock Ilustrasi gigi

Baca juga: Di Masa Pandemi Covid-19 Penting Jaga Kebersihan Rongga Mulut, Kenapa?

Hal tersebut berdampak pada terjadinya resorpsi tulang alveolar dan berkurangnya ketinggian tulang alveolar maksila dan mandibula.

Untuk diketahui, resorpsi tulang adalah proses morfologi kompleks yang berhubungan dengan adanya erosi pada permukaan tulang dan sel raksasa multinucleated (osteoklas).

Resorpsi tulang yang berlebihan akan mengakibatkan terjadinya kehilangan gigi, sehingga menyebabkan kebutuhan akan gigi tiruan meningkat.

Sementara, perawatan gigi tiruan bagi lansia merupakan perawatan yang rumit. Sebab, gigi tiruan yang cepat longgar setelah beberapa waktu digunakan, walaupun sudah dibuat dengan prosedur yang benar, terutama pada gigi tiruan mandibula.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Kita
Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
komentar
Close Ads X