Populasi Orangutan Indonesia Kritis, Bagaimana Melindunginya di Alam?

Kompas.com - 22/08/2020, 11:20 WIB
Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Reipok Rere bergelantungan di kawasan hutan reintroduksi cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Aceh, Selasa (18/6/2019). Dua orangutan Sumatera, Reipok Rere dan Elaine, menghabiskan hampir dua tahun untuk belajar mengurus diri di pusat rehabilitasi dan forest school (sekolah hutan) hingga akhirnya dikembalikan ke alam liar di kawasan hutan cagar alam Jantho. AFP/CHAIDEER MAHYUDDINOrangutan Sumatera (Pongo abelii) Reipok Rere bergelantungan di kawasan hutan reintroduksi cagar Alam Jantho, Aceh Besar, Aceh, Selasa (18/6/2019). Dua orangutan Sumatera, Reipok Rere dan Elaine, menghabiskan hampir dua tahun untuk belajar mengurus diri di pusat rehabilitasi dan forest school (sekolah hutan) hingga akhirnya dikembalikan ke alam liar di kawasan hutan cagar alam Jantho.


KOMPAS.com- Indonesia merupakan negara terkaya pertama mengenai keanekaragaman hayati atau biodiversitas secara keseluruhan dari laut dan daratan.

Hal ini merupakan kebanggan sekaligus tanggung jawab besar yang dimiliki oleh seluruh masyarakat nusantara. Salah satunya adalah orangutan Sumatera dan orangutan Kalimantan yang saat ini memasuki populasi terancam kritis atau critically endangered (CR).

Status konservasi terancam kritis itu dikeluarkan oleh Serikat Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN). Orangutan Sumatera telah lebih dulu menyandang status ini.

Status konservasi terancam kritis menurut IUCN adalah kondisi flora atau fauna tersebut menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.

Baca juga: 5 Alasan Kita Harus Menyelamatkan Orangutan Indonesia dari Populasi Kritis

Pasalnya, selain terancam populasinya kritis, ternyata banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh manusia jika populasi orangutan di Indonesia ini terselamatkan.

Ada banyak alasan yang seharusnya kita ingat sebagai manusia, mengapa penting sekali menyelamatkan dan menjaga populasi orangutan Sumatera dan orangutan Kalimantan ini.

Di antara alasan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Menjaga kesehatan dan kelestarian alam hujan tropis
  2. Spesies payung yang artinya melindungi orangutan sama dengan melindungi spesies satwa lainnya di alam
  3. Regenerasi hutan terbaik
  4. Potensi ekplorasi keilmuwan studi perilaku dari sisi antropologi, biologi, kehutanan, hingga bioteknologi, yang mirip 97 persen dengan manusia

Baca juga: Berstatus Terancam Punah, Begini Kondisi Orangutan Indonesia Saat Ini

Lantas, bagaimana menjaga populasi orangutan yang sudah terancam kritis ini?

Praktisi Konservasi Habitat Satwa Terancam Punah YKAN, M Arif Rifqi menjelaskan penting sekali kita untuk menjaga ekosistem dan keberadaan orangutan agar tidak punah.

"Orangutan adalah spesies payung, jadi melindungi mamalia ini diharapkan dapat melindungi spesies lainnya yang hidup pada habitat yang sama," kata Arif dalam diskusi daring oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang bertajuk Conservation Talk: Orangutan dan Kita, Rabu (19/8/2020).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Sunandar Trigunajasa menegaskan bahwa melindungi populasi orangutan yang terbaik adalah dengan menjaga habitatnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X