WHO Pastikan Wabah Pes di China Tidak Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

Kompas.com - 08/07/2020, 09:00 WIB
Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona. Presiden Donald Trump mengatakan pada 29 Mei 2020, ia memutuskan hubungan AS dengan Organisasi Kesehatan Dunia, yang menurutnya gagal melakukan cukup banyak untuk memerangi penyebaran awal. FABRICE COFFRINI / AFPSebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona. Presiden Donald Trump mengatakan pada 29 Mei 2020, ia memutuskan hubungan AS dengan Organisasi Kesehatan Dunia, yang menurutnya gagal melakukan cukup banyak untuk memerangi penyebaran awal.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) tengah memantau kasus wabah pes di wilayah utara Mongolia, China. Organisasi itu memastikan, wabah pes tidak berisiko tinggi.

Seorang penggembala yang terjangkit penyakit pes pada akhir pekan lalu saat ini dirawat di rumah sakit dan kondisinya stabil.

Juru bicara WHO mengatakan, kasus ini dirawat dengan baik.

Beberapa ratus tahun lalu, wabah pes merupakan penyakit paling ditakuti di dunia. Namun saat ini hal itu tak akan terjadi lagi karena sudah ada obatnya.

Baca juga: Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Kata WHO

Juru bicara WHO Margaret Harris berkata, kita hidup berdampingan dengan wabah pes selama berabad-abad. Dan untuk kasus penyebaran pes yang ada di China, menurut WHO itu dikelola dengan baik.

"Saat ini kami tidak menganggap wabah pes di China berisiko tinggi. Namun kami terus memonitor dan mengawasinya dengan cermat," ujar Harris seperti dilansir BBC News, Rabu (8/7/2020).

WHO mendapat laporan seorang gembala dirawat di sebuah rumah sakit di Bayannur karena penyakit pes pada Senin lalu.

Sementara itu, kantor berita China Xinhua memberitakan, Mongolia telah mengonfirmasi dua kasus lain pekan lalu yakni dua bersaudara dari provinsi Khovd yang makan daging marmot.

Pemerintah Rusia memperingatkan masyarakat di wilayah Altai untuk tidak memburu dan mengonsumsi marmot, seiring informasi bahwa daging yang terinfeksi menjadi rute transmisi.

Ilustrasi marmot kecilWikimedia Commons Ilustrasi marmot kecil

Apa itu penyakit pes?

Penyakit pes disebabkan oleh bakteri dan menjadi penyebab wabah Black Death yang menewaskan sekitar 50 juta orang di seluruh Afrika, Asia, dan Eropa pada abad ke-14.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X