Wabah Pes Muncul di China, Dulu Sebabkan ‘Black Death’ yang Tewaskan Jutaan Jiwa

Kompas.com - 07/07/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi ketika wabah pes melanda Kota London pada 1664. UNIVERSAL HISTORY ARCHIVE/GETTY IMAGESIlustrasi ketika wabah pes melanda Kota London pada 1664.

KOMPAS.com – Seorang penggembala di Inner Mongolia, China, positif terinfeksi penyakit pes (bubonic plague). Virus tersebut merupakan penyebab wabah Black Death yang menewaskan jutaan orang pada 1847 – 1351.

Dinas Kesehatan Kota Bayannur menyebutkan virus itu terdeteksi pada penggembala tersebut pada Minggu (5/7) lalu. Mengutip New York Times, Selasa (7/7/2020), ia kini dirawat di rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil.

Dinas Kesehatan setempat juga mengeluarkan peringatan level tiga dari empat (dengan peringatan tertinggi pada level 1). Mereka melarang masyarakat untuk berburu, mengonsumsi, atau membawa hewan yang berpotensi memiliki penyakit zoonosis terutama marmut.

Baca juga: Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Mereka juga menghimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan tikus mati di sekitar. Pemerintah Kota Bayannur mengatakan telah melakukan langkah-langkah pencegahan wabah pes sepanjang sisa tahun ini.

November 2019 lalu, pemerintah Kota Beijing melaporkan dua orang dari Inner Mongolia mengidap pneumonia yang disebabkan oleh bakteri yang sama.

Penyebab Black Death

Penyakit tersebut adalah penyebab dari wabah Black Death yang pernah terjadi pada abad pertengahan. Penyakit itu disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang ditransmisikan oleh kutu yang terinfeksi oleh tikus.

Black Death juga disebut sebagai Pestilence atau Great Mortality, dan disebut-sebut menjadi wabah terburuk sepanjang sejarah manusia. Dari tahun 1347 – 1353, diperkirakan 75 – 100 juta nyawa melayang akibat wabah tersebut.

Wabah terakhir yang menakutkan terjadi di London pada 1665, dan menewaskan sekitar seperlima penduduk kota tersebut.

Baca juga: Bagaimana 5 Pandemi Terburuk Dunia Berakhir? Sejarah Mencatat

Pada masa itu, Black Death diprediksi berasal dari Asia Tengah atau Asia Timur di mana bakteri menyebar dari inang (tikus/ marmut) melalui transmisi kutu. Dari dua kawasan tersebut, Black Death traveling melalui Jalur Sutera hingga tiba di Crimea pada 1347.

Dari situ wabah pun menyebar ke kawasan Mediterania, Afrika, Asia bagian Barat, dan beberapa wilayah Eropa antara lain Konstantinopel, Sislilia, dan Italian Peninsula.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X