Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Kompas.com - 07/07/2020, 08:01 WIB
Ilustrasi marmot kecil Wikimedia CommonsIlustrasi marmot kecil

KOMPAS.com - Pihak berwenang di China meningkatkan tindakan pencegahan setelah sebuah kota di wilayah otonomi Mongolia mengkonfirmasi satu kasus wabah pes.

Sejumlah laporan mengatakan seorang pasien dengan penyakit pes di kota Bayannur sedang dikarantina dan dalam kondisi stabil. Pasien itu bekerja sebagai gembala.

Sejauh ini pemerintah setempat sudah mengeluarkan peringatan level tiga.

Wabah pes, yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dapat mematikan. Namun bisa diobati dengan antibiotik yang tersedia secara umum.

Baca juga: Saat Wabah Besar London, Isaac Newton Juga Terinspirasi Bikin Obat Pes

Kasus baru penyakit ini pertama kali dilaporkan pada Sabtu lalu di sebuah rumah sakit di wilayah Banner Tengah Urad, yaitu di kota Bayannur.

Si pasien dicurigai terinfeksi bakteri tersebut, namun belum jelas bagaimana atau mengapa pasien kemungkinan terinfeksi.

Peringatan level tiga ditetapkan di wilayah itu, yang berarti masyarakat dilarang berburu dan memakan hewan yang dapat membawa bakteri pes.

Masyarakat juga diminta melapor kepada otoritas terkait jika ada kasus yang dicurigai terpapar pes.

Mematikan, tapi bisa diobati

Kasus-kasus wabah pes atau bubonik – juga dikenal dengan istilah Maut Hitam (The Black Death) – telah dilaporkan secara berkala di seluruh dunia.

Negara Madagaskar di Afrika menghadapi lebih dari 300 kasus selama wabah pada 2017.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X