Studi Pasien Covid-19 di Inggris, Virus Corona Sebabkan Komplikasi Saraf

Kompas.com - 01/07/2020, 16:32 WIB
ilustrasi pasien Covid-19 ilustrasi pasien Covid-19


KOMPAS.com - Covid-19 memberi infeksi parah pada paru dan beberapa organ yang sebelumnya mungkin telah memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Namun, para peneliti di Inggris menemukan adanya komplikasi saraf atau neurologis dan neuropsikiatrik dari Covid-19 terhadap ratusan pasien di seluruh rumah sakit di negara ini.

Sejak pandemi infeksi Coronavirus Diseases (Covid-19), semakin meluas ke seluruh dunia, penyakit ini semakin menunjukkan berbagai gejala dan efek terhadap seluruh jaringan tubuh.

Sejumlah penelitian juga telah membuktikan, virus ini telah merusak berbagai organ pada pasien yang positif Covid-19, terutama organ paru.

Baca juga: Data Covid-19 di Indonesia Tunjukkan Hipertensi Picu Komplikasi Lebih Parah

Kendati demikian, kekhawatiran akan komplikasi neurologis akibat penyakit ini ternyata juga semakin banyak dilaporkan.

Para peneliti dari Membership of the Royal Colleges of Physicians (MRCP) Inggris dan beberapa peneliti lainnya telah menyampaikan hasil studi dan temuan ini dalam jurnal Lancet.

Seperti dikutip dari The Lancet, Rabu (1/7/2020), untuk menyelidiki sejauh mana komplikasi Covid-19 telah memengaruhi saraf otak, para peneliti mengembangkan jaringan online untuk mengumpulkan informasi akan kasus komplikasi penyakit ini.

Ilustrasi saraf trigelmia sebagai sumber nyeri wajah trigelmia neuralgia.Painspa Ilustrasi saraf trigelmia sebagai sumber nyeri wajah trigelmia neuralgia.

Baca juga: Laporan Terbaru, Covid-19 juga Sebabkan Gangguan Saraf

Fase penelitian ini menggandeng sejumlah lembaga ilmu saraf di Inggris, yang mewakili neurologi, stroke, psikiatri hingga perawatan intensif lainnya.

Menurut peneliti, sindrom klinis secara luas yang terkait Covid-19 diklasifikasikan dalam beberapa gejala, sebagai berikut.

  1. Peristiwa serebrovaskular yang didefinisikan sebagai kejadian iskemik akut, hemoragik, atau trombotik yang melibatkan parenkim otak atau ruang subaraknoid.
  2. Mengubah status mental yang didefinisikan sebagai perubahan akut dalam kepribadian, perilaku, kognisi, atau kesadaran.
  3. Neurologi perifer yang didefinisikan sebagai melibatkan akar saraf, saraf perifer, persimpangan neuromuskuler, atau otot
  4. Atau gejala lainnya yang tidak memenuhi presentasi sindrom ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber thelancet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X