Akibat Pemanasan Global, Biota Laut Migrasi ke Kawasan Kutub

Kompas.com - 01/06/2020, 13:03 WIB
Biota laut Kepulauan Seribu. WSDCBiota laut Kepulauan Seribu.

KOMPAS.com – Perubahan iklim dan pemanasan global memaksa banyak hewan di Bumi untuk mencari wilayah dengan suhu yang lebih dingin.

Berhubung pemanasan global juga mempengaruhi suhu lautan, penelitian membuktikan banyak biota laut yang bermigrasi ke wilayah kutub untuk menghindari suhu yang memanas.

Jumlah biota laut yang berpindah ke kawasan kutub bahkan enam kali lebih banyak dibanding mahluk hidup di daratan.

Baca juga: Pemanasan Global, Ini Cara Ilmuwan Bikin Terumbu Karang Tahan Panas

Untuk memetakan banyaknya biota laut yang menginvasi kawasan kutub, para peneliti membandingkan 258 studi berbeda mengenai perpindahan mahluk hidup lautan.

Para peneliti membandingkan lebih dari 30.000 perpindahan habitat dari 12.000 spesies bakteri, jamur, tumbuhan, dan hewan. Perbandingan tersebut menghasilkan database bernama BioShifts.

“Hewan di daratan bergerak lebih lambat ke arah Kutub dibandingkan hewan di laut,” tutur peneliti seperti dikutip dari Science Alert, Senin (1/6/2020).

Baca juga: 145 Juta Penduduk Indonesia Bisa Kena Imbas Pemanasan Global, Kok Bisa?

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature tersebut menyebutkan bahwa spesies amfibi bergerak lebih dari 12 meter per tahun ke arah Kutub. Sementara reptil bergerak sekitar 6,5 meter per tahun.

Serangga, yang menjadi sumber dari banyak penyakit, ditemukan bergerak sebanyak 18,5 kilometer per tahun.

Perpindahan hewan laut

Biota laut berpindah lebih jauh dan lebih masif dibandingkan mahluk hidup daratan. Penelitian membuktikan rata-rata spesies laut bergerak kea rah Kutub dengan jarak 6 kilometer per tahun.

Sementara itu, rata-rata spesies darat bergerak 1,8 meter tiap tahun.

Perbedaan ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah sensitivitas temperatur. Udara memancarkan panas 25 kali lebih kecil dibandingan air, dan banyak hewan darat yang bisa menentukan suhu tubuhnya sendiri (berdarah panas).

Manfaat es mengapung di permukaan laut bagi biota lautshutterstock.com Manfaat es mengapung di permukaan laut bagi biota laut

Lain halnya dengan biota laut, yang mayoritas berdarah dingin sehingga suhu tubuhnya mengikuti suhu air di sekitarnya.

Faktor lainnya yaitu kebebasan untuk bermigrasi. Di lautan, hewan laut bebas bergerak. Lain halnya dengan daratan, di mana hewan terkurung oleh pembalakan liar atau pembangunan yang masif.

“Di daratan, hilangnya habitat dan fragmentasi lahan mengurangi kemampuan hewan untuk mencari wilayah dengan suhu yang nyaman bagi mereka,” tutur peneliti.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
Polusi Udara Tahun 2020 Tewaskan Hampir 100.000 Orang di Dunia

Polusi Udara Tahun 2020 Tewaskan Hampir 100.000 Orang di Dunia

Kita
Terungkap, Asal Muasal Kemunculan Tanaman Berbunga di Bumi

Terungkap, Asal Muasal Kemunculan Tanaman Berbunga di Bumi

Fenomena
Tahun Depan, Manusia Bisa Nikmati Wisata Luar Angkasa Naik Balon Udara

Tahun Depan, Manusia Bisa Nikmati Wisata Luar Angkasa Naik Balon Udara

Fenomena
Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?

Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?

Oh Begitu
Moyang Lumba-lumba Ternyata Predator Masif dan Perenang Gesit

Moyang Lumba-lumba Ternyata Predator Masif dan Perenang Gesit

Oh Begitu
Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X