145 Juta Penduduk Indonesia Bisa Kena Imbas Pemanasan Global, Kok Bisa?

Kompas.com - 20/05/2020, 18:02 WIB
Pemanasan global menyebabkan miliaran penduduk dunia semakin sulit bertahan hidup, akhibat suhu yang kian panas. Pemanasan global menyebabkan miliaran penduduk dunia semakin sulit bertahan hidup, akhibat suhu yang kian panas.


KOMPAS.com- Dalam studi terbaru, wilayah bumi yang ditempati oleh sepertiga populasi penduduk dunia, termasuk 145 juta penduduk Indonesia akan sulit bertahan hidup 50 tahun mendatang, karena pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca.

Dalam jurnal berjudul Proceedings of the National Academy of Sciences yang diterbitkan awal Mei 2020, para peneliti memprediksi pemanasan global yang terjadi dengan sangat cepat dan membuat sepertiga wilayah bumi mengalami kemarau layaknya zona terpanas yang ada di Gurun Sahara.

Pemanasan global yang sangat cepat itu akan menyebabkan 3,5 miliar manusia hidup di luar wilayah layak huni atau tidak dapat bertahan hidup.

Pasalnya, kondisi suhu panas ekstrem akan dialami oleh sebagian besar wilayah yang bahkan telah dijadikan tempat tinggal selama lebih dari 6 juta tahun.

Baca juga: Dampak Pemanasan Global, Fenomena Iklim Kuno Dapat Muncul Lagi di Samudra Hindia

"Masalah wilayah layak huni yang terus menerus ini menunjukkan adanya hambatan yang dihadapi manusia dalam bertahan hidup ataupun berkembang,” ujar Profesor Marten Scheffer dari Universitas Wageningen.

Sementara, diperkirakan akan ada 145 juta penduduk Indonesia terdampak kenaikan suhu ekstrem dalam studi ini.

Suhu di bumi yang diproyeksikan meningkat dengan cepat dan berdampak krisis bagi kehidupan populasi manusia itu adalah akibat emisi gas rumah kaca.

Ilustrasi pemanasan globalrottadana Ilustrasi pemanasan global

Oleh sebab itu, para peneliti membuat skenario mengenai pengaruh emosi gas rumah kaca ini terhadap peningkatan suhu di bumi.

Baca juga: Pemanasan Global Ancam Lapisan Tanah Beku Kutub Utara, Ini Penyebabnya

Skenario emisi yang meningkat

Skenario utama yang digunakan dalam makalah ini adalah RCP8.5, yang mewakili masa depan di mana konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer tinggi.

Dalam skenario tersebut menunjukkan bahwa emisi yang terus meningkat tanpa adanya penghentian, suhu yang akan dirasakan oleh rata-rata setiap orang akan meningkat 7,5 derajat celcius lebih panas pada tahun 2070.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X