Kisah Pencarian Kadal Paling Langka di Sekitar Kaldera Danau Toba

Kompas.com - 27/05/2020, 16:00 WIB
Kadal berhidung tanduk, Harpesaurus modiglianii Vinciguerra, adalah kadal paling langka di dunia. Setelah 129 tahun menghilang, kadal ini ditemukan lagi di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Herpitolog Chairunas A. PutraKadal berhidung tanduk, Harpesaurus modiglianii Vinciguerra, adalah kadal paling langka di dunia. Setelah 129 tahun menghilang, kadal ini ditemukan lagi di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

KOMPAS.com - Selama 127 tahun menghilang, kadal terlangka di dunia ditemukan lagi oleh sekelompok peneliti di Sumatera Utara.

Ini adalah kadal yang dideskripsikan para ilmuwan dengan nama " kadal berhidung tanduk (nose-horned lizard)" atau Harpesaurus modiglianii Vinciguerra.

Menurut catatan modern, spesimen tunggal kadal berhidung aneh ini ditemukan pertama kali di Sumatera Utara pada 1891, lalu dideskripsikan oleh ilmuwan pada 1933.

Pada 2018, sekelompok peneliti gabungan Indonesia dan internasional melakukan penelusuran ke Danau Toba dan sekitar kaldera. Di sanalah, mereka menemukan kadal H. modiglianii.

Dengan kata lain, itu adalah kali kedua H. modiglianii ditemukan oleh peneliti. Bahkan, mereka berhasil menyusun deskripsi spesies ini dengan lebih detail.

Baca juga: Seri Hewan Nusantara: 127 Tahun Hilang, Kadal Ini Ditemukan di Danau Toba

Tim gabungan terdiri dari A.A Thasun Amarasinghe (pakar taksonomi herpert dari Research Center for Climate Change Universitas Indonesia/RCCC UI), Chairunas A. Putra (ornhitologi dan herpetologi), Desy Hikmatullah, Stefano Scali, JanJaap Brinkman, Ulrich Manthey, dan Ivan Ineich.

Kepada Kompas.com, Thasun bercerita bahwa kadal tersebut pertama kali dilihat oleh koleganya, Chairunas.

Bagaimana kisah pencariannya?

Thasun dan tim melakukan penelusuran di hutan Sumatera Utara pada Juni 2018.

Pada 15 Juni 2018, tim menelusuri hutan di sekitar kaldera Toba yang ada di ketinggian 1.675 meter di atas permukaan air laut.

Di sanalah, untuk pertama kalinya tim Thasun menemukan spesimen agamidae (suku kadal) mati di tanah hutan.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X