Kurva Covid-19 Disebut Melambat, Ahli: Rasio Test di Indonesia Rendah

Kompas.com - 11/05/2020, 07:03 WIB
Petugas kesehatan memberikan intruksi kepada warga sebelum melakukan swab lendir tenggorokan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Depok, Jawa Barat, Kamis (30/4/2020). Pemeriksaan ini dilakukan guna mempersempit penyebaran COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. Sebanyak 79 persen wilayah Depok sudah masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan memberikan intruksi kepada warga sebelum melakukan swab lendir tenggorokan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Depok, Jawa Barat, Kamis (30/4/2020). Pemeriksaan ini dilakukan guna mempersempit penyebaran COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. Sebanyak 79 persen wilayah Depok sudah masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19.

KOMPAS.com - Kurva Covid-19 di Indonesia diklaim mulai melambat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, berdasarkan laju data yang dilaporkan setiap harinya oleh pemerintah.

Ahli biostatistik Eijkman Oxford Clinical Research Unit, Iqbal Elyazar, memberikan catatan pada kurva Covid-19 yang disampaikan pemerintah. Salah satunya terkait jumlah tes atau pemeriksaan pada orang yang berisiko tertular Covid-19.

Baca juga: [UPDATE] - Pergerakan Data Harian Covid-19 di Indonesia

Rasio test Covid-19 di Indonesia disebutnya sangat rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Padahal test ini sangat penting bagi salah satu indikator dalam kurva epidemi yang terkait dengan jumlah kasus baru.

Semakin banyak pemeriksaan untuk menemukan orang yang positif Covid-19, maka semakin baik kurva epidemi menjelaskan realitas yang sedang terjadi.

Dengan kata lain, besaran jumlah orang yang diperiksa menentukan seberapa besar derajat kepercayaan terhadap kurva epidemi tersebut.

Baca juga: Ahli: Pemerintah Perlu Buat Kurva Epidemiologi Covid-19 Sesuai Standar

"Perlu melihat rasio tes terhadap populasi berisiko. Ada beberapa negara yang populasinya besar dan tidak. Rasio ini akan menunjukkan seberapa intens pemeriksaannya," kata Iqbal dalam diskusi online "Mengenal Kurva Epidemi Covid-19", Sabtu (10/5/2020).

Kurva perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 per hari.IQBAL ELYAZAR Kurva perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 per hari.

Dia menjelaskan, Italia memiliki rasio pemeriksaan 39 orang per 1.000 penduduk dengan PCR. Intensitas pemeriksaannya mulai meningkat tajam pada akhir Maret 2020.

Amerika Serikat dengan rasio 24 orang per 1.000 penduduk, peningkatan tes terjadi mulai akhir Maret 2020. Korea Selatan tercatat 12 orang per 1.000 penduduk, intensitas pemeriksaan terus meningkat sejak akhir Februari 2020.

Baca juga: Kurva Covid-19 di Indonesia Melandai, Apa yang Salah dari Datanya?

Malaysia memiliki rasio 7 orang per 1.000 penduduk dengan peningkatan pemeriksaan mulai terlihat pada akhir Maret 2020. Rasio Vietnam tercatat 2,7 orang per 1.000 penduduk, yang pemeriksaannya mulai meningkat pada akhir Maret 2020.

India memiliki rasio 1 orang per 1.000 penduduk, intensitas pemeriksaan mulai meningkat di akhir April 2020 meski tak signifikan.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
Polusi Udara Tahun 2020 Tewaskan Hampir 100.000 Orang di Dunia

Polusi Udara Tahun 2020 Tewaskan Hampir 100.000 Orang di Dunia

Kita
Terungkap, Asal Muasal Kemunculan Tanaman Berbunga di Bumi

Terungkap, Asal Muasal Kemunculan Tanaman Berbunga di Bumi

Fenomena
Tahun Depan, Manusia Bisa Nikmati Wisata Luar Angkasa Naik Balon Udara

Tahun Depan, Manusia Bisa Nikmati Wisata Luar Angkasa Naik Balon Udara

Fenomena
Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Hasil Pemindaian Ungkap, 55 Persen Pasien Corona Alami Masalah Jantung

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?

Rahasia Alam Semesta: Banyak Bintang, Mengapa Langit Malam Hari itu Gelap?

Oh Begitu
Moyang Lumba-lumba Ternyata Predator Masif dan Perenang Gesit

Moyang Lumba-lumba Ternyata Predator Masif dan Perenang Gesit

Oh Begitu
Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Oh Begitu
Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19, Ilmuwan Ungkap Partikel Cacat Virus Corona

Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19, Ilmuwan Ungkap Partikel Cacat Virus Corona

Fenomena
3 Hari ke Depan Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

3 Hari ke Depan Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X