Wabah Corona di Indonesia, Ahli Peringatkan Bahaya Social Distancing Setengah Hati

Kompas.com - 27/03/2020, 07:04 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

Oleh Fatih Anfasa


IMBAUAN Presiden Joko Widodo awal pekan lalu kepada masyarakat agar mengurangi interaksi antarorang di komunitas dan ruang publik ( social distancing) akan efektif memperlambat laju penularan Covid-19 jika disertai kebijakan yang kompak antara pemerintah pusat dan daerah serta pengawasan yang serius di masyarakat.

Sebaliknya, social distancing dan berbagai langkah mitigasi lainnya seperti pengetesan massal yang tidak optimal dan pembatasan transportasi publik tanpa sosialisasi yang baik dan perencanaan yang matang justru akan gagal mencegah peningkatan jumlah infeksi secara eksponensial dan menimbulkan beban berat pada sistem kesehatan.

Beberapa peneliti Indonesia memperkirakan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 71.000 kasus pada akhir April jika tidak ada intervensi besar-besaran secara cepat untuk menghambat kecepatan penyebaran virus.

Sekelompok peneliti dari China, Inggris, dan Amerika Serikat yang melakukan pemodelan menggunakan data wabah di China menekankan pentingnya waktu dimulainya berbagai langkah mitigasi seperti isolasi, karantina, social distancing hingga lockdown.

Studi tersebut memperlihatkan bahwa 67% kasus Covid-19 di China dapat dicegah jika berbagai langkah mitigasi dimulai seminggu sebelum 23 Januari 2020. Bahkan angka infeksi bisa turun 95% dari total kasus saat ini jika China memulai mitigasi pada awal Januari.

Meskipun infeksi baru ini ditemukan akhir Desember 2019, pemerintah China baru memulai tindakan social distancing dan berbagai langkah mitigasi besar-besaran sejak 23 Januari 2020.

Di Indonesia, presiden mengimbau mengurangi interaksi antarorang hampir dua pekan setelah kasus pertama diumumkan. Kini Covid-19 telah menyebar di 17 dari 34 provinsi di negeri ini dengan kasus terkonfirmasi per 24 Maret mencapai 686 dan kematian 55 orang.

Masalahnya, sementara social distancing belum maksimal, lebih dari 200 juta umat Muslim di Indonesia akan menjalani puasa Ramadan mulai pekan keempat April. Umumnya, pada bulan itu ada banyak kegiatan buka bersama dan jemaah tarawih tiap malam.

Pertemuan yang intens dan dekat antarorang dalam kegiatan itu akan menyulitkan langkah pencegahan transmisi infeksi.

Kita bisa belajar dari merebaknya wabah Covid-19 di berbagai kota di China pada bulan Februari akibat migrasi penduduk menjelang Tahun Baru Imlek 25 Januari lalu.

Manfaat besar dari social distancing

Social distancing merupakan salah satu metode kesehatan masyarakat untuk mengurangi interaksi orang-orang di komunitas.

Cara ini efektif untuk mengurangi transmisi penyakit seperti Covid-19 yang terjadi melalui percikan (droplet) dari mulut atau hidung saat batuk, bersin dan berbicara. Transmisi penyakit dengan cara ini umumnya terjadi ketika ada kontak dalam jarak dekat kurang dari 2 meter.

Tujuan utama social distancing adalah mengurangi besarnya wabah, menunda terjadinya puncak epidemi, dan mendistribusikan jumlah penderita infeksi dalam periode waktu yang lebih lama agar beban terhadap sistem kesehatan berkurang.

Metode social distancing ini umumnya digunakan ketika sebagian orang yang terinfeksi di masyarakat belum teridentifikasi sehingga belum dapat diisolasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X