Galaksi ini Bisa Picu Tsunami yang Hancurkan Pembentukan Bintang

Kompas.com - 29/03/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi galaksi yang jaraknya sangat jauh menarik gas yang ada di sekitarnya dengan latar terangnya quasar. ESOIlustrasi galaksi yang jaraknya sangat jauh menarik gas yang ada di sekitarnya dengan latar terangnya quasar.


KOMPAS.com - Quasar adalah galaksi paling bercahaya di alam semesta yang ternyata dapat memberi dampak ledakan radiasi yang hebat. Bahkan diklaim ledakannya seperti tsunami yang bisa hancurkan pembentukan bintang.

Baru-baru ini, para astronom menemukan ledakan radiasi yang berasal dari quasar dapat bertindak seperti tsunami dan menyebar ke galaksi di sekitarnya.

Seperti melansir Science Alert, Kamis (26/3/2020), quasar dapat memuntahkan radiasi dalam jumlah yang sangat besar di luar angkasa, saat lubang hitam supermasifnya melahap material dari cakram akresi kolosal.

Ledakan radiasi yang dapat ditimbulkan quasar diketahui dapat memindahkan partikel ke sepersekian persen dari kecepatan cahaya.

Baca juga: Dahsyatnya Letusan Lubang Hitam di Galaksi Ini Terkuat di Alam Semesta

Namun, dalam penemuan baru ini, ledakan itu dapat membawa dampak yang lebih besar, dengan beberapa lompatan yang lebih cepat.

Bahkan, para ahli menilai, quasar ini dapat menghancurkan materi galaksi rumah mereka, serta memadamkan pembentukan bintang-bintang baru di sekitarnya.

"Arus keluar ini sangat penting untuk memahami pembentukan galaksi," kata ahli astrofisika Nahum Arav dari Virginia Tech.

Arav memaparkan radiasi quasar ini dapat mendorong ratusan massa matahari setiap tahun.

Baca juga: Gas Aneh Dekati Jantung Galaksi Bima Sakti, Mungkinkah Lubang Hitam?

Jumlah energi mekanik yang dibawa arus ini bisa mencapai beberapa ratus kali lebih tinggi daripada luminositas seluruh galaksi Bima Sakti.

Seperti yang diketahui, aktivitas lubang hitam dapat menghasilkan angin kencang yang berhembus di sekitar ruang angkasa.

Selain itu, gas dingin di ruang ini adalah material dari bintang terbentuk.

Diperkirakan ketika angin lubang hitam mendorongnya, karena tidak ada yang tersisa untuk membentuk bintang, maka formasi bintang dipadamkan.

Pembentukan bintang dipadamkan ini masih menjadi teka-teki bagi para astronom. Mereka menduga ada beberapa kemungkinan mekanisme yang dapat menjelaskan hal ini.

"Baik ahli teori dan pengamat telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa ada beberapa proses fisik yang mematikan saat pembentukan bintang di galaksi besar, tetapi sifat proses itu telah menjadi misteri," ungkap kosmolog Jeremiah Ostriker dari Columbia University dan Princeton University.

Ostriker menjelaskan dengan menempatkan aliran yang diamati ke dalam simulasi, penelitian ini dapat memecahkan masalah tentang evolusi galaksi ini.

Baca juga: Seperti Vampir, Bintang Mengisap Kehidupan Bintang Lain

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Supplement Series ini, Arav dan timnya telah mempelajari pengamatan Hubble dari 13 quasar yang diketahui.

Ketika tsunami quasar bertabrakan dengan gas antarbintang, tabrakan itu menghasilkan panas yang hebat.

 

Energi yang dipancarkan dalam bentuk cahaya yang melintasi spektrum elektromagnetik.

"Anda akan mendapatkan banyak radiasi pertama dalam sinar-X dan sinar gamma, dan setelah itu akan meresap ke cahaya tampak dan inframerah," kata Arav.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X