Kompas.com - 25/03/2020, 08:04 WIB
Perahu milik nelayan terdampar di sekitar Sungai Jeneberang yang mengering di Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (30/10/2019). Akibat musim kemarau panjang, sejumlah sungai dan lahan pertanian di Gowa mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEPerahu milik nelayan terdampar di sekitar Sungai Jeneberang yang mengering di Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (30/10/2019). Akibat musim kemarau panjang, sejumlah sungai dan lahan pertanian di Gowa mengalami kekeringan.

- Bali bagian timur

- Nusa Tenggara Barat bagian timur

- Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur

- Kalimantan Timur bagian tenggara

- Sebagian Sulawesi Selatan

- Sulawesi Tenggara bagian selatan

- Maluku bagian barat dan tenggara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Antisipasi dampak

Para pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih.

4. Optimalisasi penyimpanan air bersih

Para pemangku kepentingan dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X