Astronot Coba Menumbuhkan Organ di Luar Angkasa, Mungkinkah?

Kompas.com - 13/03/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi ISS. Foto yang dirilis NASA pada November 2018, memperlihatkan stasiun luar angkasa internasional (ISS) yang mengorbit Bumi. AFP PHOTO / HANDOUT / NASAIlustrasi ISS. Foto yang dirilis NASA pada November 2018, memperlihatkan stasiun luar angkasa internasional (ISS) yang mengorbit Bumi.


KOMPAS.com - Apa jadinya, jika organ tubuh manusia dikembangkan di luar angkasa? Eksperimen ini mencoba dilakukan para astronot di dalam gravitasi rendah di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS).

Percobaan ini adalah upaya para ilmuwan untuk menumbuhkan jaringan manusia dengan mengirim sel induk dewasa ke luar angkasa, seperti dilansir dari The Independent, Jumat (13/3/2020).

Dengan mengirimkan dan menumbuhkan sel-sel induk ke luar angkasa, diharapkan dapat berkembang menjadi tulang, tulang rawan dan organ-organ lainnya.

Apabila percobaan ini berhasil, ilmuwan berharap penemuan ini dapat digunakan untuk menumbuhkan organ transplantasi.

Baca juga: Astronot Panen Selada di Stasiun Luar Angkasa, Amankah Dikonsumsi?

Cara Thiel, salah satu dari dua peneliti dari University of Zurich mengatakan eksperimen ini menggunakan weightlessness atau keadaan tanpa bobot sebagai alat.

Rendahnya gravitasi di ISS akan digunakan untuk mendorong tumbuhnya sel-sel induk menjadi jaringan dalam bentuk tiga dimensi, daripada struktur lapisan tunggal yang terbentuk di Bumi.

Eksperimen ini sedang dilakukan para astronot di atas ISS, di dalam laboratorium mini seluler yang dikirimkan dengan roket SpaceX pada pekan lalu.

Percobaan akan berlangsung selama satu bulan, di mana para ilmuwan akan mengamati bagaimana sel-sel induk ini tumbuh.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Kapan Transplantasi Organ Dimulai?

Pengembangan transplantasi organ di luar angkasa

Jika eksperimen ini berhasil, maka para ilmuwan ini berharap dapat mengembangkannya di laboratorium yang lebih besar.

Dari sana, mereka dapat memproses sel induk untuk menghasilkan jaringan untuk transplantasi dengan mengambil sel dari pasien.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Fenomena
Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
komentar
Close Ads X