Virus Corona Bisa Hidup di Saluran Pernapasan 5 Minggu Pasca Penularan

Kompas.com - 13/03/2020, 12:33 WIB
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak. Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak.

KOMPAS.com - Para ilmuwan terus mempelajari tentang pandemi global Covid-19.

Menurut studi terbaru yang dilakukan ilmuwan China, patogen SARS-Cov-2 atau virus yang menyebabkan Covid-19 dapat tersimpan di saluran pernapasan pasien selama 37 hari (sekitar lima minggu).

Studi ini menunjukkan, pasien dapat menularkan virusnya ke orang lain selama berminggu-minggu.

Hasil ini berdasar pada pengamatan RNA virus corona dalam sampel pernapasan pasien yang sembuh setelah 20 hari terinfeksi. Laporan penelitian pun sudah diterbitkan dalam jurnal medis Lancet.

Baca juga: Benarkah Klorokuin pada Kina bisa Sembuhkan Corona, Ahli Jelaskan

Mereka mempelajari catatan medis dan data laboratorium dari 191 pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Jinyintan dan Rumah Sakit Paru Wuhan, termasuk 54 yang meninggal karena infeksi.

"Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengambilan keputusan terkait isolasi pasien dan lamanya pengobatan," kata Fei Zhou salah satu penulis laporan dari Akademi Ilmu Kedokteran China, dilansir Bloomberg, Kamis (12/3/2020).

Saat ini, periode isolasi yang disarankan setelah paparan adalah 14 hari untuk menghindari penyebaran virus.

Namun, jika orang tetap dapat menularkan virus setelah gejala hilang, mereka mungkin tanpa sadar telah menyebarkan patogen setelah dipulangkan dari tempat isolasi.

Sebagai perbandingan, hanya sepertiga pasien dengan SARS masih memiliki patogen virus dalam saluran pernapasan mereka setelah empat minggu, kata para ilmuwan Cina.

Virus corona baru telah menyebar ke 127 negara dengan lebih dari 134.000 orang di seluruh dunia terinfeksi.

Baca juga: Virus Corona Pandemi Global, Ini 6 Pandemik Terburuk Sepanjang Sejarah

Kamis (12/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah meningkatkan status Covid-19 sebagai pandemi global.

Hal ini menyusul melonjaknya orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan banyaknya negara yang mengonfirmasi kasus baru.

Selain itu, ada tujuh negara di luar China yang melaporkan lebih dari 1.000 kasus Covid-19, di antaranya Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Bloomberg
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X