Benarkah Klorokuin pada Kina bisa Sembuhkan Corona, Ahli Jelaskan

Kompas.com - 12/03/2020, 18:46 WIB
Pasien virus corona di rumah sakit Wuhan, China mulai membaik setelah diberi obat anti malaria EPA-EFE/STRINGER CHINA OUT STRINGERPasien virus corona di rumah sakit Wuhan, China mulai membaik setelah diberi obat anti malaria EPA-EFE/STRINGER CHINA OUT


KOMPAS.com - Setelah dinyatakan sebagai pandemi, peneliti semakin gencar menemukan vaksin virus corona. Salah satu kontroversi yang muncul yakni penggunaan klorokuin fosfat, obat antimalaria yang diklaim dapat sembuhkan Covid-19.

Klorokuin fosfat adalah senyawa yang terkandung dalam ekstrak kulit batang, cabang dan ranting pohon kina. Sejak lama, ekstrak kina ini telah dikenal sebagai obat yang mampu mengobati malaria.

Dalam studi vitro baru-baru ini, Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjajaran, Keri Lestari mengungkapkan klorokuin fosfat dapat memblokir infeksi Covid-19.

Kendati demikian, hal itu masih menjadi perdebatan, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantah penggunaan klorokuin fosfat, obat malaria, untuk melawan virus corona.

Baca juga: WHO Resmi Sebut Virus Corona Covid-19 sebagai Pandemi Global

Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit, FKUI, dr Nafrialdi juga menegaskan bahwa mayoritas penderita Covid-19 dinyatakan sembuh dengan sendirinya.

"Walaupun tidak pakai klorokuin, banyak pasien corona yang sembuh. Jadi, bagaimana menyimpulkan bahwa sembuhnya karena klorokuin?," kata dr Nafrialdi kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2020).

Nafrialdi mengimbau agar jangan terburu-buru menetapkan klorokuin sebagai obat untuk melawan virus corona.

Sebab, hingga saat ini belum ada uji klinis yang meyakinkan tentang klorokuin yang diklaim dapat sembuhkan Covid-19.

"Lagi pula ini (klorokuin) belum di-approve oleh WHO. Jadi kalau terlalu awal dianjurkan (untuk dikonsumsi) bisa bermasalah nanti," ungkap dr. Nafrialdi.

Baca juga: Langkah 14 Hari Karantina Virus Corona Sudah Tepat, Ini Penjelasannya

Klorokuin tak lagi obati malaria

Sebagai obat malaria, klorokuin ternyata tidak selalu mempan membunuh parasit yang sebabkan penyakit ini.

Menurut dr Nafrialdi, obat ini bahkan tidak lagi digunakan di Papua, sebab banyak kasus resisten malaria di sana.

"Bagi malaria yang sensitif, mungkin masih bisa mengobat. Tetapi untuk kasus malaria seperti di Papua, sudah tidak mempan dengan klorokuin. Makanya, sebagian besar obat ini tidak lagi dipakai," jelas dia.

Dr Nafrialdi menegaskan malaria tidak bisa disamakan dengan penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

"Tidak bisa diidentikkan. Malah kami tidak tahu kalau klorokuin bisa untuk (melawan) virus. Karena klorokuin itu tujuannya untuk membunuh parasit, bukan untuk meningkatkan imunitas," jelas dr Nafrialdi.

Baca juga: Update Virus Corona 12 Maret: 126.380 Kasus di 124 Negara

Terkait dengan temuan akan ekstrak kina tersebut, dr Nafrialdi menyatakan kemungkinan itu hanya sinyal awal. Artinya, bisa jadi obat ini bisa menjadi vaksin corona, tetapi bisa juga tidak.

"Itu mungkin hanya sinyal awal, tapi jangan langsung diterjemahkan bisa langsung dipakai. Kalau ditanggapi masyarakat, mereka bisa langsung beli kina. Padahal itu mungkin bisa (obati corona), mungkin tidak," jelas dia.

Anjuran minum klorokuin fosfat menyebar di Nigeria

Sebelumnya, pesan berantai beredar di Nigeria melalui pesan suara Whatsapp yang mengklaim obat anti malaria, klorokuin fosfat adalah obat Covid-19, seperti dilansir dari AFP.

Baca juga: WHO Pilih 3 Negara Ini Dapatkan Vaksin Malaria Pertama di Dunia

Pesan ini dianggap menyesatkan, yang menyatakan sebuah penelitian menemukan molekul yang menunjukkan klorokuin fosfat memiliki kemanjuran dalam mengobati penyakit.

Pejabat di Inggris telah membuka penyelidikan ke situs web ilegal yang menjual obat itu. Dalam pesan suara yang beredar itu, seorang pria berbicara dalam bahasa Inggris dengan akses Nigeria.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
Kasus Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Tanggapan Psikolog Anak

Kasus Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Tanggapan Psikolog Anak

Oh Begitu
komentar
Close Ads X