Hikmah Ramadhan: Antara Mudik 2021 dan Prokes di Zaman Nabi Muhammad SAW

Kompas.com - 11/05/2021, 22:26 WIB
Ilustrasi pandemi Virus Corona yang menyebabkan Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China. SHUTTERSTOCKIlustrasi pandemi Virus Corona yang menyebabkan Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China.

MENGHADAPI pandemi, Nabi Muhammad SAW sudah menetapkan protokol kesehatan (prokes). Apabila di suatu daerah dilanda wabah penyakit, janganlah pergi ke luar daerah itu.

Sebaliknya, bila mendengar di daerah lain sedang dilanda wabah penyakit, janganlah pergi ke daerah itu. Prokes itulah yang ditaati Khalifah Umar bin Khattab (periode 634-644).

Ketika dalam perjalanan menuju negeri Syam, Umar diberi kabar dari pemimpin Syam, Abu Ubaidah bin Jarrah, bahwa di Syam sedang dilanda wabah thaun amwas.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Nuzulul Quran dan Turunnya Wahyu Pertama

Wabah itu menyerang negeri Syam sekitar tahun 638-639 atau tahun 17-18 H. Umar berdiskusi dengan para pemimpin rombongan yang mengikutinya.

Abdurrahman bin Auf menyampaikan tentang prokes yang digariskan Nabi itu. Umar langsung menaati prokes itu.

Ia memerintahkan rombongannya untuk kembali ke Madinah, membatalkan kepergian ke Syam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kisah lain adalah sebaliknya. Suatu masa di negeri Bani Israil merebak wabah penyakit. Tetapi mereka ketakutan dan memutuskan pergi dari negeri mereka.

Mereka hendak menghindari wabah. Jumlah mereka ribuan. Ada yang menyebut 4.000 orang. Ada juga yang menyebut 8.000 orang.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Nabi Syu’aib dan Orang-orang Curang

Mereka tiba di suatu padang yang luas. Tetapi Allah justru mematikan mereka. Semuanya mati.

Setelah beberapa lama, lewatlah seorang nabi. Dalam riwayat disebut Nabi Hizqil. Ia hidup pasca-Nabi Yusya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar