Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D
Pimpinan BAZNAS RI

Pimpinan BAZNAS RI 2020-2025 | Wakil Ketua DSN MUI 2020-2025 | Sekretaris Dewan Halal Nasional MUI 2020-2025 | Dosen UIN Jakarta | Dosen IPB | Menyelesaikan S1 di IPB; S2 di University of New England, Australia; dan S3 University of New England, Australia

 

Zakat, Komunikasi Humanis, dan Paket Logistik Keluarga

Kompas.com - 03/05/2021, 04:40 WIB
Ilustrasi Tangkapan layar Baznas.go.idIlustrasi

Oleh: Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec. Ph.D*

BERBAGAI bencana yang menimpa Tanah Air belakangan ini, semakin merekatkan persatuan anak-anak bangsa, yang bersama-sama menumpahkan air mata sebagai tanda belasungkawa, seraya mengulurkan tangan-tangan mereka untuk menyalurkan derma.

Dan momentum puasa di Bulan Suci Ramadhan, melatih setiap Muslim menjadi humanis, di mana nilai-nilai kemanusiaan tersebut diimplementasikan melalui zakat, infak dan sedekah (ZIS).

Inilah salah satu wujud dari humanisme dalam Islam, termasuk yang terkandung dalam syariat yang berorientasi sosial dan pemberdayaan ekonomi kaum papa: ZIS. Ini merupakan bukti bahwa islam adalah agama humanis dan universal: rahmatan li al-‘alamin.

Baca juga: Ini Besaran Nisab Zakat Penghasilan yang Ditetapkan Baznas

Dengan syariat inilah setiap Muslim dituntut berjiwa humanis, mampu merespons kepedihan yang dirasakan oleh mereka yang menderita dan tak berpunya. Sehingga mengejewantahlah keimanan diri dalam amal sosial yang sempurna.

Karena kasih sayang Islam, maka setiap Muslim yang mampu secara ekonomi, wajib menyucikan harta dan jiwa mereka melalui zakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itulah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) aktif merespons berbagai musibah yang melanda negeri tercinta. Melalui lembaga-lembaga program seperti BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif BAZNAS (LAB), Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dan sebagainya, BAZNAS bergerak cepat memberikan bantuan tanpa pandang bulu.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), dana zakat boleh digunakan sebagai santunan kepada para korban bencana. Sebab mereka termasuk orang yang berhak menerima zakat (mustahik). Paling tidak, korban bencana termasuk ke dalam tiga golongan (asnaf), yakni fakir, miskin dan penanggung utang (gharim).

Berdasarkan hal ini, BAZNAS cepat tanggap mendistribusikan donasi. Seperti melalui kerja sama lintas sektoral di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), BAZNAS turut serta mengatasi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Pemprov Jabar dan Baznas Akan Bangun Klinik Lansia Inggit Garnasih

Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja Menko PMK, Prof. Muhadjir Effendy di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, pada November 2020. Mereka disambut Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka beserta jajaran pemkab setempat.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.