Mau Gadaikan Sertifikat Tanah di Pegadaian? Ini Syarat hingga Alur Pengajuannya

Kompas.com - 24/06/2022, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gadai sertifikat tanah merupakan salah satu cara yang umum dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan modal usaha atau kepentingan lainnya.

Namun, Anda yang berencana menggadaikan sertifikat tanah di Pegadaian sebaiknya mengetahui syarat, sistem angsuran, serta alur pengajuannya.

Hal itu diperlukan agar Anda lebih mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai perencanaan kredit, penyiapan berkas persyaratan, hingga saat proses pengajuan.

Mengutip dari laman resmi PT Pegadaian (Persero), gadai sertifikat merupakan salah satu produk pembiayaan berbasis syariah.

Diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tetap atau rutin, pengusaha mikro atau kecil, dan petani.

Baca juga: Hadi Tjahjanto Harap Masyarakat Urus Sertifikat Tanah Secara Mandiri, Caranya?

Jaminannya berupa sertifikat tanah setingkat sertifikat hak milik (SHM) dan hak guna bangunan (HGB).

Dengan gadai sertifikat tanah, masyarakat akan memperoleh pinjaman mulai dari Rp 1 juta- Rp 200 juta, pelaksanaannya sesuai prinsip syariah dan dapat dilunasi sewaktu-waktu.

Sistem Angsuran

Ketika menggadaikan sertifikat tanah, masyarakat dapat memilih sistem angsuran yang telah tersedia sesuai kemampuan, sebagaimana berikut ini:

  • Reguler, yaitu angsuran dibayar rutin tiap bulan dengan tenor 12, 18, 24, 36, 48, dan 60 bulan.
  • Fleksi sekali bayar, yaitu angsuran yang dibayarkan sekali lunas dengan periode 3, 4, atau 6 bulan sesuai kemampuan.
  • Berkala, yaitu pembayaran angsuran dilakukan berkala setiap beberapa bulan. Mulai dari 3, 4, atau 6 bulan, menyesuaikan kebutuhan. Tenornya dari 12 sampai 36 bulan.

Persyaratan Nasabah

  • KTP, KK, PBB, IMB untuk UP lebih dari 50 juta, Surat Keterangan usaha untuk pelaku usaha.
  • Usia minimal 21 tahun saat pengajuan dan maksimal 65 tahun saat kredit berakhir.
  • Untuk petani, telah bertani minimal 2 tahun dan memperoleh penghasilan rutin.
  • Untuk pengusaha mikro, usahanya telah berjalan lebih dari 1 tahun dan menjalankan usahanya secara syariat dan sah secara hukum.
  • Untuk karyawan, minimal 0 (nol) tahun untuk internal Pegadaian dan minimal 1 tahun untuk eksternal, Surat Keterangan sebagai karyawan dan surat izin atasan langsung untuk TNI/POLRI.
  • Pensiunan, memiliki penghasilan rutin setiap bulan dari instansi tempat bekerja sebelumnya.
  • Profesional formal, memiliki izin praktek kerja dan telah berjalan minimal 1 tahun. Contoh: dokter, pengacara.
  • Profesional non formal, tinggal dirumah milik sendiri (SHM/SHGB) dan telah berjalan minimal 2 tahun. Contoh: driver gojek/grab.

Persyaratan Jaminan

Baca juga: Sebelum Membeli Properti, Kenali Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia

Jika jaminan berupa tanah produktif (pertanian, perkebunan atau peternakan):

  • Tanah produktif yang tidak berada pada struktur tanah yang sulit dijangkau.
  • Status tanah tidak terblokir/bermasalah.
  • Status tanah tidak menjadi jaminan pinjaman/tidak diikat hak tanggungan oleh pihak lain.
  • Lokasi tanah boleh berbeda dari tempat tinggal nasabah selama masih berada dalam naungan satu kantor wilayah yang sama.

Jika jaminan berupa tanah dan bangunan tempat tinggal/tempat usaha:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pilihan Rumah Murah di Bandung, Cocok untuk Pemilik Dana Terbatas

5 Pilihan Rumah Murah di Bandung, Cocok untuk Pemilik Dana Terbatas

Perumahan
Permintaan Meningkat, Ini 5 Pilihan Rumah Murah di Kota Semarang

Permintaan Meningkat, Ini 5 Pilihan Rumah Murah di Kota Semarang

Perumahan
Bagaimana Progres Pembangunan Jalan Tol  Binjai-Pangkalan Brandan?

Bagaimana Progres Pembangunan Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan?

Konstruksi
 Gandeng China, Nepal Akan Bangun Jaringan Kereta Api Lintas Himalaya

Gandeng China, Nepal Akan Bangun Jaringan Kereta Api Lintas Himalaya

Konstruksi
Hingga Tahun 2023 Jakarta Akan Punya 7 Gedung Kantor Baru

Hingga Tahun 2023 Jakarta Akan Punya 7 Gedung Kantor Baru

Perkantoran
Akui Sinergi BUMN Matikan Swasta, Erick Thohir Bakal Bangun Ekosistem Kerakyatan

Akui Sinergi BUMN Matikan Swasta, Erick Thohir Bakal Bangun Ekosistem Kerakyatan

Berita
Gelombang Panas Ternyata Bikin Kinerja Panel Surya Tak Efektif

Gelombang Panas Ternyata Bikin Kinerja Panel Surya Tak Efektif

Beranda
Gandeng Telkomsel, Jababeka Makin Mantap Kembangkan Sillicon Valley

Gandeng Telkomsel, Jababeka Makin Mantap Kembangkan Sillicon Valley

Berita
Kelar 2023, Ini Kabar Terbaru Proyek Jalan Akses Tol Makassar New Port

Kelar 2023, Ini Kabar Terbaru Proyek Jalan Akses Tol Makassar New Port

Berita
Tak Perlu Diganti! Ini Cara Mudah Memperbaiki Lantai Keramik yang Retak

Tak Perlu Diganti! Ini Cara Mudah Memperbaiki Lantai Keramik yang Retak

Umum
Jutaan Bidang Tanah di Aceh Belum Terdaftar, Raja Juli Antoni: Tuntaskan dengan Kualitas

Jutaan Bidang Tanah di Aceh Belum Terdaftar, Raja Juli Antoni: Tuntaskan dengan Kualitas

Berita
Kurangi Sampah Plastik, Resta Pendopo Km 456 Jalankan Program Inovasi Lingkungan

Kurangi Sampah Plastik, Resta Pendopo Km 456 Jalankan Program Inovasi Lingkungan

Fasilitas
Salah Satu Kawasan Kumuh di Surakarta Ditata, Intip Rancangannya

Salah Satu Kawasan Kumuh di Surakarta Ditata, Intip Rancangannya

Berita
Erick Thohir: Rakyat Nganggur, Industri Ritel Mustahil Tumbuh

Erick Thohir: Rakyat Nganggur, Industri Ritel Mustahil Tumbuh

Berita
Ada Perbaikan di Ruas Tol Bakter dan Terpeka, Ini Titik Lokasinya

Ada Perbaikan di Ruas Tol Bakter dan Terpeka, Ini Titik Lokasinya

Konstruksi
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.