Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bentuk Sertifikat Elektronik Lebih Tipis, Jokowi: Jangan Dibandingkan

Kompas.com - 02/05/2024, 16:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bentuk fisik sertifikat tanah elektronik lebih tipis jika dibandingkan dengan model yang lama.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar masyarakat penerima sertifikat elektronik tidak membandingkan sertifikat miliknya dengan orang lain yang belum berbentuk elektronik.

"Kalau yang tadi, di gambar waktu di layar tadi yang agak tebal itu sertifikat lama, sertifikat baru seperti ini," ucap Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (30/4/2024).

Meskipun lebih tipis, satu lembar sertifikat elektronik sudah mencakup data luasan bidang tanah, nama pemilik hak, hingga alamat pemilik hak.

"Ini sertifikat hak milik yang paling baru sekarang seperti ini. Jangan nanti dibanding-bandingkan dengan tetangganya, tetangga saya kok sertifikatnya tebal saya kok hanya satu lembar? Ya memang ini yang terbaru, namanya sertifikat elektronik," pesan Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa capaian pendaftaran tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) mencapai 112 juta bidang.

Baca juga: Perdana, AHY Dampingi Jokowi Tebar Sertifikat Tanah Elektronik

Adapun dari 112 juta bidang tanah yang terdaftar, sebanyak 91,3 juta bidang tanah di antaranya telah bersertifikat.

Sementara ditargetkan, sebanyak 120 juta bidang tanah di seluruh Indonesia telah terdaftar pada tahun 2024.

"Terhadap sisa pendaftaran tanah sebanyak 8 juta bidang akan kami akselerasi realisasinya hingga akhir tahun 2024," tutur AHY.

Sedangkan hingga tahun 2025, ditargetkan sebanyak 126 juta bidang tanah seluruh Indonesia telah terdaftar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com