Kompas.com - 25/10/2021, 11:19 WIB
Prosesi topping off (penutupan atap) rusun Universitas Djuanda. Dok. BALAI P2P JAWA II/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRProsesi topping off (penutupan atap) rusun Universitas Djuanda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah susun (rusun) yang dibangun Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) disiapkan untuk mereka di luar Bogor.

Rektor Universitas Djuanda Dede Kardaya mengatakan, hal ini merupakan upaya agar mereka tidak perlu mencari kos karena kondisinya sudah nyaman dan dekat kampus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apalagi kondisi rusun juga nyaman dan dekat dengan kampus serta fasilitasnya seperti apartemen," kata Dede dalam siaran pers, Senin (25/10/2021).

Dia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas pembangunan rusun bagi para mahasiswanya.

"Sehingga, mahasiswa dapat belajar dengan semangat dan fokus untuk menuntut ilmu agar menjadi pribadi berilmu dan berakhlak baik,” ujar Dede.

Fasilitas yang dibangun misalnya, meubelair yang terdiri atas tempat tidur susun dan lemari pakaian.

Baca juga: Tak Perlu Cari Kos, Mahasiswi UNIKI dari Luar Daerah Bisa Tinggal di Rusun

Kemudian, prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) berupa perkerasan atau paving block, lampu taman, dan drainase, agar rusun yang dibangun siap huni.

Pembangunan rusun ini sudah masuk tahap topping off (penutupan atas) bersamaan dengan rusun Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama (STKIP NU) Indramayu.

Baik rusun Unida dan STKIP NU Indramayu, masing-masing progres pembangunannya telah mencapai 62 persen dan 64 persen.

Prosesi topping off (penutupan atap) rusun Universitas Djuanda.Dok. BALAI P2P JAWA II/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR Prosesi topping off (penutupan atap) rusun Universitas Djuanda.
Dengan anggaran Rp 25 miliar, konstruksi kedua rusun dilaksanakan sekitar 180 hari kalender atau mulai 7 Juni 2021 sampai 3 Desember 2021.

Pembangunannya dilakukan oleh dengan kontraktor pelaksana PT Insan Pesona dan manajemen konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.

Baca juga: Basuki Kasih Nilai 8 untuk Rusun ASN di Banjarmasin

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa II Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Kiagoos Egie Ismail mengungkapkan, masing-masing rusun merupakan tipe 24.

"Rusun ini dibangun setinggi tiga lantai dan memiliki 43 unit hunian yakni unit reguler 41 unit dan difabel 2 unit, serta kapasitas 168 orang," tuntas Kiagoos.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.