Kompas.com - 17/09/2021, 20:00 WIB
Seorang nelayan memancing di sepanjang pesisir laut di Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (11/8/2021). Laporan Fitch Solutions Country Risk & Industry Research memprediksi wilayah utara Jakarta dapat tenggelam secara menyeluruh pada tahun 2050 jika tidak ada intervensi lebih lanjut dari pemerintah. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSeorang nelayan memancing di sepanjang pesisir laut di Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (11/8/2021). Laporan Fitch Solutions Country Risk & Industry Research memprediksi wilayah utara Jakarta dapat tenggelam secara menyeluruh pada tahun 2050 jika tidak ada intervensi lebih lanjut dari pemerintah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di Indonesia tengah dihadapkan potensi terendam air laut. Termasuk kawasan pesisir Pantura Jawa.

Hal tersebut bisa terjadi karena ada beberapa faktor yang melandasi, mulai dari perubahan iklim (global warming) serta land subsidence (penurunan muka tanah).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut hasil kalkulasi dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antar Pemerintah yang terbit pada 9 Agustus 2021, ada kenaikan muka air laut secara global, yakni 3,60 milimeter per tahun.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kondisi Tanah Pekalongan Lebih Gawat ketimbang Jakarta

Pakar Iklim dan Meteorolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Wakil Ketua Kelompok Kerja I IPCC Edvin Aldrian mengatakan, dampak perubahan iklim semakin nyata, yakni terjadinya kenaikan muka air laut.

Peningkatan itu terjadi karena adanya kenaikan suhu muka air laut. Kemudian, salinitas air laut juga berubah, sehingga kadar garam yang berlebih membuat kenaikan muka air laut.

Selain itu, mencairnya es di daratan membuat muka air laut mengalami kenaikan. Contohnya di Kutub Selatan, Kawasan Greenland, dan Himalaya.

"Justru di tiga kutub bumi itulah yang mengancam kita. Sementara es di kutub utara yang berada di lautan tidak," katanya dalam diskusi virtual bertajuk Ancaman Tenggelamnya Kota Pesisir Pantai Utara Jawa, Apa Langkah Mitigasinya? pada Kamis (16/09/2021).

Baca juga: BRIN Prediksi 115 Pulau Akan Hilang pada Tahun 2100

Edvin menyampaikan, merangseknya air laut ke daratan juga dipengaruhi adanya land subsidence atau penurunan muka tanah.

Hal tersebut terjadi karena semakin menurunnya volume air di dalam tanah. Akibat dari penggunaan air tanah pada sumur-sumur oleh masyarakat seiring tidak tersedianya air bersih untuk dikonsumsi.

Sebab, fungsi air di dalam tanah yakni menopang permukaan tanah. Jika volume air habis, maka akan terjadi penurunan muka tanah alias ambles.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.