Kompas.com - 17/09/2021, 16:00 WIB
Warga mencari udang di pesisir Pantai Jakarta, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019). Hasil tangkapan udang ini untuk dikonsumi. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWarga mencari udang di pesisir Pantai Jakarta, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019). Hasil tangkapan udang ini untuk dikonsumi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wilayah pantai utara (pantura) Jawa yang mengalami penurunan muka tanah (land subsidence) paling tajam bukanlah DKI Jakarta, melainkan Kota Pekalongan.

Peneliti Ahli Utama Bidang Teknologi Penginderaan Jauh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rokhis Khomarudin mengungkapkan hal ini dalam webinar, Kamis (16/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kota Pekalongan ini cukup paling besar (turun muka tanahnya) berkisar 2,1 sampai 11 cm per tahun," jelas Rokhis.

Sedangkan DKI Jakarta mengalami penurunan muka tanah 0,1 cm-8 cm per tahun, lalu Bandung sekitar 0,1 cm-4,3 cm, dan Surabaya berkisar 0,3 cm-4,3 cm.

Baca juga: Ternyata, Bukan Jakarta yang Tanahnya Turun Paling Tajam tapi Pekalongan

Sementara kota lainnya seperti Semarang dan Cirebon, muka tanah per tahunnya turun berkisar 0,9 cm hingga 6 cm dan 0,1 cm hingga 4,3 cm.

Dilihat dari satelit tahun 1993-2021, Pekalongan menjadi wilayah dengan pertumbuhan permukiman yang cukup besar dan berada di tanah lunak.

Hal ini menjadi berbahaya karena membuka potensi peningkatan banjir rob di wilayah tersebut.

"Kalau banjir terjadi di daerah permukiman, pasti orang akan ribut karena di situ banyak yang beraktivitas," paparnya.

Sementara jika terjadi banjir rob di luar permukiman, kata Rokhis, tidak akan menjadi permasalahan yang besar.

Baca juga: Mengkhawatirkan, Muka Tanah Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya Turun Paling Ekstrem

Lalu, mengapa Pekalongan mengalami penurunan muka tanah lebih dalam ketimbang DKI Jakarta?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.