Resmi, Tanah 6,5 Hektar KEK Mandalika Diserahkan ke Kemenparekraf

Kompas.com - 07/05/2021, 15:00 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Lombok, NTB merupakan kawasan cantik dan diincar para investor,  kawasan Kuta Mandalika yang memiliki kawasan pantai yang menawan dengan pasir putih yang mempesona. Sirkuit MotoGP tengah di bangun di kawasan ini. FITRI RACHMAWATI S.SOSKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Lombok, NTB merupakan kawasan cantik dan diincar para investor, kawasan Kuta Mandalika yang memiliki kawasan pantai yang menawan dengan pasir putih yang mempesona. Sirkuit MotoGP tengah di bangun di kawasan ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyerahkan hasil pengadaan tanah penetapan lokasi (Penlok) II Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Penyerahan penlok II ini dilakukan oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi NTB Slameto Dwi Warsono kepada Menparekraf Sandiaga Uno, Kamis (06/05/2021).

Slameto menuturkan, hasil pengadaan tanah penlok II KEK Mandalika yang diserahkan kepada Kemenparekraf seluas 6,5 hektar.

Proses pengadaan tanah ini sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan berlanjut pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Hari ini, kami serahkan hasil pengadaan tanah seluas kurang lebih 6,5 hektar, sudah selesai, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," tutur dia dikutip dari siaran pers, Jumat (07/05/2021).

Tuntasnya hasil pengadaan tanah penlok II KEK Mandalika tak terlepas dari dukungan seluruh pihak yang terlibat.

Baca juga: Pendapatan PP Presisi Naik 20,5 Persen berkat Sirkuit Mandalika, Manikin, dan Pelabuhan Patimban

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah penyerahan dokumen hasil pelaksanaan, pendaftaran tanah bisa diajukan dalam waktu 30 hari untuk mendapatkan sertifikat ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, Sandiaga mengatakan, pelaksanaan pengadaan tanah ini merupakan wujud dukungan upaya pengembangan KEK Mandalika menjadi KEK Pariwisata.

Hal ini merupakan bentuk percepatan permulihan sektor parekraf di NTB dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Dia menegaskan, pelaksanaan ganti untung kepada masyarakat pemilik tanah enclave pun sudah dilakukan.

"Tidak ada unsur paksaan, tanpa kehadiran dari unsur aparat keamanan, karena semua dilaksanakan dalam proses keikhlasan," tegas Sandiaga.

Sebagai informasi, luas KEK Mandalika kurang lebih 140 hektar dengan lahan enclave seluas 11,4 hektar terdiri dari lahan enclave penlok I seluas 4,8 hektar dan sisanya lahan enclave Penlok II.

Pengadaan tanah Penlok I dilaksanakan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meliputi tanah yang berada di dalam sirkut jalanan.

Sementara penlok II meliputi tanah penunjang sirkuit yang dilaksanakan oleh BPN.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X