Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/03/2021, 12:00 WIB
Ardiansyah Fadli,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti membenarkan konsep rancangan istana negara yang berbentuk burung garuda.

"Iya benar, itu salah satu dari rancangan yang diusulkan melalui sayembara, dan desain burung garuda itu karya dari Nyoman Nuarta," kata Diana saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/3/2021).

Diana menjelaskan, rancangan bangunan istana negara yang beredar di media sosial hingga saat ini belum final diputuskan.

Bahkan, rancangan tersebut masih dalam tahap pre-basic design dan akan melalui tahapan-tahapan selanjutnya sebelum ditetapkan.

Baca juga: Lima Asosiasi Kritik Istana Negara Burung Garuda, Tidak Mencerminkan Kemajuan Peradaban

"Pre basic design, itu kan masih gagasannya, belum final jadi masih proses. Jadi setelah pre basic design itu ada namanya basic design, baru setelah itu kita lakukan, dengan perencanaan lagi, jadi masih panjang prosesnya jadi kami masih mengatur itu," jelasnya.

Namun demikian, Diana memastikan bahwa desain burung garuda karya Nyoman Nuarta mendekati kriteria untuk ditetapkan sebagai bangunan istana negara.

"Memang karya Pak Nyoman itu sudah mendekati, tapi finalnya itu masih proses, nanti sampai bulan Agustus," ujar dia.

Untuk diketahui, bangunan istana negara ditetapkan melalui sayembara terbatas yang diikuti oleh sejumlah arsitek.

Selain Nyoman Nuarta, terdapat juga beberapa aristek beken lainnya yang ikut sayembara, seperti Yori Antar, Sibarani Sofian, dan Gregorius Supie Yolodi.

Baca juga: Polemik Istana Negara Ibu Kota Baru, Dirancang Pematung dan Potensi Pemborosan Dana

Diana mengaku, rancangan istana negara yang dibuat Nyoman Nuarta merupakan salah satu yang mendekati untuk dipilih.

Adapun alasan melibatkan Nyoman Nuarta dalam sayembara perancangan bangunan istana negara karena memiliki rekam jejak dalam proyek ikonik, seperti Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Meski berlatar seorang pematung, Nyoman Nuarta diyakini memiliki jiwa arsitek.

"Ya beliau (Nyoman) itu memang pematung, tapi dia punya jiwa arsitek. Lihat patung Garuda Wisnu Kencana, patung tapi ada juga hotelnya dan bagus juga kan," tambah Diana.

Sebagai informasi, Nyoman Nuarta merupakan pematung yang menggarap Patung Garuda Wisnu Kencana.

Patung tersebut dibangun dengan anggaran yang sangat fantastis bahkan lebih mahal dari Menara Eiffel dan Patung Liberty.

Baca juga: Pemerintah Diminta Libatkan Arsitek Rancang Istana Negara di Ibu Kota Baru

Mengutip ABC News, Patung Garuda Wisnu Kencana ditaksir menghabiskan biaya mencapai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Sementara menurut data Home Advisor, jika biaya pembangunan Patung Liberty dulu disesuaikan dengan nilai saaat ini maka biayanya setara dengan 10,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 157 miliar.

Sementara itu, menurut data Home Advisor, jika biaya pembangunan Patung Liberty dulu disesuaikan dengan nilai saat ini, setara dengan 10,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 157 miliar.

Berdasarkan data yang sama, jika dibandingkan dengan harga pembangunan Menara Eiffel, masih jauh di bawah harga patung Garuda Wisnu Kencana, yakni hanya 38,3 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 556 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com