Lepas 20 Persen Saham Tol Semarang-Batang, Waskita Raup Rp 1,5 Triliun

Kompas.com - 05/03/2021, 15:30 WIB
Penandatangan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale Purchase Agreement (CSPA) antara PT Waskita Toll Road (WTR) dengan RDPT Samuel Aset Manajemen Jalan Tol. Dok. PT Waskita Toll Road (WTR).Penandatangan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale Purchase Agreement (CSPA) antara PT Waskita Toll Road (WTR) dengan RDPT Samuel Aset Manajemen Jalan Tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Tollroad atau WTR resmi melepas 20 persen kepemilikan saham di Jalan Tol Semarang-Batang, Jumat (5/3/2021).

Hal ini menyusul telah dilakukannya penandatanganan kesepakatan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale Purchase Agreement (CSPA) antara WTR dengan RDPT Samuel Aset Manajemen Jalan Tol.

RDPT ini berbasis ekuitas yang dibentuk oleh Manajer Investasi yakni PT Samuel Aset Management (SAM) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai bank kustodian.

Direktur Utama WTR Septiawan Andri Purwanto mengungkapkan, WTR mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 triliun dari divestasi ini.

"Penerimaan dana ini nantinya akan mendukung proses bisnis WTR ke depannya," ucap Septiawan dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Setelah melakukan penandatanganan CSPA, WTR harus melakukan pemenuhan persyaratan administrasi dan memastikan proses divestasi dilakukan secara benar.

Selain itu, mematuhi ketentuan yang berlaku sebelum penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA) antara WTR dengan RDPT-SAM JT.

Dengan adanya divestasi ini, WTR memiliki saham sebesar 40 persen pada PT Jasamarga Semarang Batang yaitu Badan Usaha Jalan Tol pemilik konsesi Tol Semarang-Batang.

Sementara itu, President Director PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono mengatakan, aksi ini merupakan langkah awal perusahaan pada tahun 2021.

"Kami mempunyai target besar untuk divestasi dari jalan tol yang dimiliki," terang Destiawan.

Sebetulnya, kata Destiawan, divestasi saham di Tol Semarang-Batang bisa dilakukan pada tahun 2020.

Namun, aksi tersebut urung dilakukan karena terkendala kondisi Pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, divestasi saham di Tol Semarang-Batang menjadi momen penting karena pada tahun ini perusahaan sedianya akan melepas kepemilikan saham 9 ruas jalan tol yang dimiliki.

"Kami harapkan beberapa divestasi berikutnya akan berlangsung selama Semester I atau maksimum pada kuartal ketiga," tuntas Destiawan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X