Pemerintah Targetkan Kawasan Puncak Kembali Hijau dalam 3 Tahun

Kompas.com - 28/01/2021, 10:56 WIB
Bencana tanah longsor menerjang Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. Dok. BPBD Kabupaten BogorBencana tanah longsor menerjang Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

JAKARTA. KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penataan dan pemulihan kawasan Puncak dan sekitarnya rampung dalam waktu tiga tahun.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur yang kemudian disingkat Jabodetabek-Punjur.

"Target kita dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan akan membuat Puncak hijau kembali," kata Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemanfaatan Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) Kementerian ATR/BPN, Budi Situmorang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/01/2021).

Budi menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mempercepat penataan dan pemulihan kawasan Puncak dan sekitarnya tersebut.

Baca juga: Ini Ancaman Pidana Bagi Penyebab Banjir Puncak dan Pelanggar Tata Ruang

Sejumlah langkah telah dilakukan seperti membentuk tim koordinasi yang anggotanya terdiri dari antar lembaga dan pemangku kebijakan.

Budi beralasan, dibentuknya tim koordinasi ini sangat penting salah satunya untuk mengurangi ego sektoral yang selama ini biasa terjadi antar lembaga. Hal itu tentu saja dapat menghambat selesainya penataan dan pemulihan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Khusus untuk merapikan Jabodetabek-Punjur, kita sudah bentuk tim koordinaasi yang kemudian kita sebut Project Manajement Officer (PMO) yang berfungsi dalam melakukan peningkatan koordinasi, sinkronisasi dan keterpaduan pembangunan," kata dia.

Dengan kerja sama melalui PMO ini diharapkan juga dapat dilakukan pengembangan dan pemantapan kawasan budi daya dengan tetap memperhatikan aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta aspek berkelanjutan ekologis.

"Tentunya harus sesuai kriteria teknis dengan mempertimbangkan faktor fisik lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya serta harus sesuai dengan prinsip Zero Delta Q Policy terhadap setiap kegiatan budi daya terbangun," tutur Budi.

Selain itu, pihaknya juga telah mendorong penguatan partisipasi dari masyarakat dalam proyek ini. Termasuk melakukan pendekatan dengan asosiasi hotel dan restoran di sekitar wilayah tersebut.

"Kami sudah lakukan juga pendekatan dengan persatuan hotel dan restoran di sana, kita minta semua hotel dan restoran untuk menanam pohon" tutur Budi.

Lebih jauh Budi mengatakan penataan dan pemulihan kawasan merupakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawadan Puncak dan sekitarnya.

"Hal ini kami lakukan dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan yang dapat menjamin tetap berlangsungnya penyediaan air tanah dan air permukaan, konservasi air dan tanah, serta menanggulangi banjir," tuntas dia.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X