Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/03/2021, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Entah karena terburu-buru, atau tidak mau repot menunggu suhu panas menurun, beberapa orang terkadang tak acuh atau sembarangan memasukkan makanan maupun minuman yang masih panas ke dalam kulkas.

Jika dianalogikan, hal ini tentu sangat berlawanan, mengingat dalaman kulkas yang menyala tentu memiliki suhu yang dingin atau rendah.

Jika hal tersebut dilakukan, mungkin itu bisa terjadi sebuah hal yang berdampak tidak baik atau membahayakan.

Baca juga: Ingin Memasukkan Makanan Sisa ke Dalam Kulkas? Simak Hal Ini

Lantas, apakah aman memasukkan makanan atau cairan yang masih panas ke dalam kulkas yang dingin? Apakah ada risiko kerusakan pada kulkas?

Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (10/3/2021), perlu kamu ingat baik-baik kalau memasukkan sesuatu yang panas ke dalam kulkas itu berbahaya, entah makanan atau sebuah cairan minuman. Sebaiknya jangan lakukan hal ini.

Tujuan pendinginan atau pembekuan kulkas pada dasarnya adalah untuk mencegah makanan kehilangan kandungan gizinya, dan menjaganya tetap segar serta tidak tercemar untuk jangka waktu yang lebih lama.

Memasukkan makanan yang panas ke dalam kulkas itu bisa berpengaruh terhadap keduanya, baik makanan itu sendiri maupun kulkas.

Baca juga: Di Mana Meletakkan Kulkas yang Tepat? Ini Panduannya

"Jika kamu segera memasukkan makanan panas atau cairan panas ke dalam kulkas, kamu dapat kehilangan nilai nutrisinya dan mungkin saja membuat kulkas bekerja ekstra keras," jelas Ahli gizi, Dr. Anju Sood.

Namun, tidak masalah untuk memasukkan makanan yang agak panas ke dalam kulkas. Tapi, setidaknya harus menunggu hingga suhu panas menurun menjadi seperti suhu ruangan sebelum didinginkan di kulkas.

Makanan panas harus diturunkan ke suhu ruangan, karena jika diletakkan di kulkas saat kondisinya masih mendidih panas, bakteri salmonella dapat merusak makanan dengan sangat mudah di kulkas.

"Juga, dengan menempatkan makanan panas di dalam kulkas, kulkas milikmu mempertaruhkan makanan yang mudah rusak lainnya (telur, sayuran dan daging), kemungkinan mereka terkontaminasi meningkat," kata Maher Rajput, Ahli Gizi di FITPASS.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+