Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rudal Korea Utara yang Ditemukan di Ukraina Berisi Komponen dari AS dan Eropa

Kompas.com - 21/02/2024, 11:58 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Sisa-sisa rudal balistik Korea Utara yang ditemukan di Ukraina berisi komponen dari perusahaan yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, kata organisasi pelacak senjata CAR (Conflict Armament Research).

Laporan CAR menunjukkan, Korea Utara masih bisa mendapat komponen-komponen senjata dari Barat meski terjerat sanksi berat, bahkan senjata itu dipakai Rusia dalam perang di Ukraina.

"Rudal balistik yang diproduksi oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) dan ditemukan di Ukraina mencakup lebih dari 290 komponen elektronik non-domestik,” kata CAR, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Ukraina Tunjukkan Bukti Rusia Tembakkan Rudal Korea Utara ke Kharkiv

Sebanyak 75 persen suku cadang rudal itu terkait dengan perusahaan-perusahaan yang didirikan di AS, sedangkan 16 persen komponen terkait perusahaan-perusahaan di Eropa, katanya.

“Setengah dari komponen yang didokumentasikan mempunyai kode tanggal yang dapat diidentifikasi, dan lebih dari 75 persen dari kode tersebut menunjukkan produksi antara 2021-2023."

"Berdasarkan tanggal produksi tersebut, CAR menyimpulkan bahwa rudal yang ditemukan di Kharkiv tidak mungkin dirakit sebelum Maret 2023,” lanjut CAR.

Baca juga:

Gedung Putih pada awal Januari 2024 mengeklaim, Korea Utara memberi Rusia rudal balistik dan peluncur rudal untuk menyerang Ukraina.

Adapun rudal yang dianalisis oleh CAR ditemukan di Kharkiv, Ukraina, pada 2 Januari 2024.

Baca juga: Mungkinkah Korea Utara Berperang dengan Korea Selatan?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Jepang Akhirnya Izinkan Orangtua Bercerai Berbagi Hak Asuh Anak

Jepang Akhirnya Izinkan Orangtua Bercerai Berbagi Hak Asuh Anak

Global
Lubang Hitam Terbesar di Galaksi Bima Sakti Tak Sengaja Ditemukan

Lubang Hitam Terbesar di Galaksi Bima Sakti Tak Sengaja Ditemukan

Global
Implikasi Geopolitik: Konflik Iran-Israel Bisa Picu Perang Dunia III

Implikasi Geopolitik: Konflik Iran-Israel Bisa Picu Perang Dunia III

Global
Serangan Rusia di Chernigiv Ukraina Utara Tewaskan 5 Orang

Serangan Rusia di Chernigiv Ukraina Utara Tewaskan 5 Orang

Global
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi dari Penjara ke Tahanan Rumah

Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi dari Penjara ke Tahanan Rumah

Global
Dewan Keamanan Akan 'Voting' untuk Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Dewan Keamanan Akan "Voting" untuk Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Global
Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Persenjataan Hamas Semakin Banyak yang Justru Bersumber dari Israel

Internasional
Saat Ular Ditemukan di Kereta Cepat Shinkansen Jepang...

Saat Ular Ditemukan di Kereta Cepat Shinkansen Jepang...

Global
Israel Serang Hezbollah di Lebanon, Tewaskan Komandan Lokal

Israel Serang Hezbollah di Lebanon, Tewaskan Komandan Lokal

Global
Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Internasional
Rangkuman Hari Ke-783 Serangan Rusia ke Ukraina: Ukraina Akui Kehabisan Rudal | Zelensky Teken UU Mobilisasi Kontroversial

Rangkuman Hari Ke-783 Serangan Rusia ke Ukraina: Ukraina Akui Kehabisan Rudal | Zelensky Teken UU Mobilisasi Kontroversial

Global
Tensi Tinggi Geopolitik Timur Tengah dan Pengaruhnya terhadap Tatanan Global

Tensi Tinggi Geopolitik Timur Tengah dan Pengaruhnya terhadap Tatanan Global

Global
Dubai Dilanda Banjir Besar, Air Genangi Rumah, Jalanan, Mal-mal, dan Bandara

Dubai Dilanda Banjir Besar, Air Genangi Rumah, Jalanan, Mal-mal, dan Bandara

Global
Warganet Soroti Desain Stasiun di Nanjing China Mirip Pembalut Perempuan

Warganet Soroti Desain Stasiun di Nanjing China Mirip Pembalut Perempuan

Global
Erdogan: Netanyahu adalah Orang yang Harus Disalahkan atas Serangan Iran ke Israel

Erdogan: Netanyahu adalah Orang yang Harus Disalahkan atas Serangan Iran ke Israel

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com