Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Malaysia Ramai-ramai Kerja ke Singapura dan Brunei, Bisa Hasilkan Rp 208 Juta Per Bulan

Kompas.com - 21/02/2024, 09:04 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Menurut laporan resmi dari Departemen Statistik Malaysia, banyak warga "Negeri Jiran" yang memutuskan untuk bekerja di Singapura dan Brunei Darussalam.

Disebutkan, bahwa salah satu alasannya yakni karena tawaran upah di sana lebih tinggi daripada di dalam negeri Malaysia.

Bahkan, menurut survei yang dilakukan Departemen Statistik Malaysia, ada warga yang bisa memperoleh penghasilan 64.000 ringgit Malaysia (sekitar Rp 208 juta) per bulan.

Baca juga: Malaysia Temukan Perkampungan Ilegal Warga Indonesia di Dalam Perkebunan Sawit, 130 Orang Ditahan

Berikut ini adalah jumlah penghasilan rata-rata warga Malaysia di Singapura dan Brunei Darussalam berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Departemen Statistik Malaysia pada 2023 lalu:

Singapura

  • 66,7 persen responden berpenghasilan antara 1.500-3.000 dollar Singapura (sekitar 3.560-10.678 ringgit Malaysia atau Rp 17,5 juta-Rp 35 juta per bulan)
  • 18,5 persen responden berpenghasilan antara 3.600-9.999 (sekitar 12.813-35.589 ringgit Malaysia atau Rp 42 juta-Rp 116,5 juta)

Upah tertinggi untuk warga Malaysia yang tercatat di Singapura adalah 18.000 dollar singapura (sekitar Rp 208 juta).

Brunei Darussalam

  • 41,3 persen responden berpenghasilan antara 1.000-3.000 dollar Brunei (sekitar 3.558-10.674 ringgit Malaysia atau Rp 11,6 juta-Rp 35 juta)
  • 43,5 persen responden berpenghasilan antara 3.001-10.000 dollar Brunei (sekitar 10.678-35.582 ringgit Malaysia atau Rp 35 juta-Rp 116,5 juta)

Upah tertinggi untuk warga Malaysia yang tercatat di Brunei adalah 15.000 (sekitar 53.373 ringgit Malaysia atau Rp 175 juta).

Baca juga: Pemudi Ini Bingung Mau Senang atau Sedih, Gajinya Terus Diminta Orang Tua

Menurut Kepala Departemen Statistik Malaysia, Datuk Seri Mohd. Uzir Mahidin, setengah dari warga Malaysia yang memiliki kualifikasi Sijil Pelajaran Malaysia (SPM/setingkat SMA di Indonesia) atau setara telah bekerja sebagai pekerja terampil dan semi terampil di kedua negara ini.

"Untuk pekerja yang memiliki gelar sarjana dan bekerja sebagai pekerja terampil di kedua negara ini, mayoritas berusia antara 25 dan 34 tahun," jelasnya dalam posting Facebook pada Selasa (20/2/2024).

Kesempatan kerja dan lingkungan kerja yang baik

Dalam pernyataan tersebut, Uzir juga mengatakan bahwa warga Malaysia yang bekerja di Brunei memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk bermigrasi ke sana dibandingkan dengan mereka yang bekerja di Singapura.

Jika Anda bertanya-tanya, mengapa warga Malaysia banyak yang pergi ke Singapura dan Brunei?

Uzir mengatakan bahwa hal ini sebagian besar disebabkan oleh kesempatan kerja dan lingkungan kerja yang baik di kedua negara tersebut, namun bukan hanya itu saja.

Baca juga: Viral Tak Sengaja Tumpahkan Kopi di Toko Pakaian, Pengunjung Diminta Beli Semua Topi yang Kotor

"Nilai tukar yang tinggi untuk dollar Brunei Darussalam dan dollar Singapura juga menjadi faktor yang membuat orang Malaysia memilih untuk bekerja di kedua negara ini," jelas dia, dikutip dari World of Buzz.

Survei yang dilakukan pada 2023 juga mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen orang Malaysia bekerja di Brunei karena alasan sosial, seperti menikah dengan pasangan yang berasal dari Brunei, mengikuti pasangannya bekerja di sana, atau karena alasan keluarga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Global
Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Global
Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Global
Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Global
Lebih dari 100 Drone Iran Hujani Israel, Pertahanan Udara Israel Berpotensi Kesulitan Menghalau

Lebih dari 100 Drone Iran Hujani Israel, Pertahanan Udara Israel Berpotensi Kesulitan Menghalau

Global
Iran Luncurkan Drone dan Rudal Balistik ke Israel, Tandai Awal Serangan Militer

Iran Luncurkan Drone dan Rudal Balistik ke Israel, Tandai Awal Serangan Militer

Global
[UNIK GLOBAL] Pasien Pertama Cangkok Ginjal Babi | Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun

[UNIK GLOBAL] Pasien Pertama Cangkok Ginjal Babi | Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun

Global
Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Global
Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Global
UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

Global
Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Global
Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Global
Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Global
Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan 'Obat Zombie' di Kota Perbatasan

Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan "Obat Zombie" di Kota Perbatasan

Global
Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com