Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata-kata Alexei Navalny Sehari Sebelum Meninggal di Penjara

Kompas.com - 17/02/2024, 19:11 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

Penulis: Reuters/VOA Indonesia

MOSKWA, KOMPAS.com - Di layar televisi, pemimpin oposisi Alexei Navalny terlihat mengintip melalui jeruji penjara. Ia tertawa dan melontarkan gurauan tentang uangnya yang menipis dan menyinggung masalah gaji hakim.

Pria berusia 47 tahun itu tampak sehat dan ceria saat memberikan kesaksian yang dapat dilihat melalui tautan video pada Kamis (16/2/2024). Kamera bergerak menjauh dan menunjukkan para aparat pengadilan ikut tersenyum bersamanya, menikmati gurauan itu.

Sehari kemudian, petugas penjara Rusia mengatakan dia meninggal setelah pingsan dan kehilangan kesadaran di penjara di utara Lingkaran Arktik tempat dia menjalani hukuman penjara.

Baca juga: Alexei Navalny, Pemimpin Oposisi Rusia Tewas di Penjara

Navalny menjadi pemimpin oposisi paling tenar di Rusia ini lebih dari satu dekade lalu setelah ia mengecam keras kelas elite di sekitar Presiden Vladimir Putin.

Para pengunjuk rasa memegang foto Alexei Navalny saat melakukan demonstrasi di seberang Kedutaan Besar Rusia di London, Jumat, 16 Februari 2024.AP via VOA INDONESIA Para pengunjuk rasa memegang foto Alexei Navalny saat melakukan demonstrasi di seberang Kedutaan Besar Rusia di London, Jumat, 16 Februari 2024.
Ciri khas humornya kembali tampak pada Kamis (15/2/2024) ketika ia muncul untuk kali terakhir dengan mengenakan seragam penjara berwarna hitam.

"Yang Mulia, saya akan mengirimkan nomor rekening pribadi saya sehingga Anda dapat menggunakan gaji besar Anda sebagai hakim federal untuk 'menghangatkan' rekening pribadi saya, karena saya kehabisan uang," katanya.

SOTA, platform berita daring, melaporkan bahwa persidangan tersebut digelar setelah terjadi "perdebatan" dengan petugas penjara yang berusaha menyita pena Navalny.

Navalny menulis pada Kamis malam bahwa dia dijebloskan ke sel isolasi selama 15 hari.

Baca juga:

Sejak kali pertama masuk ke dalam hotel prodeo pada Januari 2021, Navalny sering keluar masuk sel isolasi. Sel itu kerap digunakan untuk menghukum pelanggar aturan dalam sistem penjara Rusia.

Usai sidang, Navalny mengunggah ke media sosial. “Penjara Yamal memutuskan untuk memecahkan rekor Vladimir dalam menjilat dan menyenangkan pihak berwenang Moskwa. Mereka baru saja menghukum saya 15 hari di sel isolasi,” tulisnya di X.

“Ini adalah kurungan isolasi keempat dalam waktu kurang dari dua bulan saya bersama mereka,” tambahnya.

Baca juga: Keteguhan Tak Terbantahkan Alexei Navalny Melawan Kekuasaan Putin

Artikel ini pernah dimuat di VOA Indonesia dengan judul Sehari Sebelum Wafat, Alexei Navalny Sempat Lontarkan Lelucon Satir di Pengadilan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Global
Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Global
UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

Global
Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Global
Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Global
Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Global
Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan 'Obat Zombie' di Kota Perbatasan

Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan "Obat Zombie" di Kota Perbatasan

Global
Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Global
Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Global
Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Global
Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Global
Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com