Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketua NATO: China Pantau Drama Bantuan AS ke Ukraina

Kompas.com - 29/01/2024, 12:10 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketua NATO Jens Stoltenberg pada Minggu (28/1/2024) mengatakan, polemik pendanaan dari Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina diamati oleh China.

Stoltenberg menyampaikannya saat awal kunjungan ke Washington untuk melobi Kongres AS agar terus mendanai perang Ukraina melawan Rusia.

Setelah "Negeri Paman Sam" mengirimkan bantuan miliaran dollar AS ke Ukraina sejak perang pecah hampir dua tahun lalu, kini banyak anggota parlemen dari Partai Republik menolak kelanjutan dukungan untuk Kyiv.

Baca juga: Zelensky: Berkurangnya Bantuan AS ke Ukraina Akan Jadi Pertanda Buruk

Menurut Partai Republik, Ukraina tidak memiliki tujuan akhir yang jelas karena perang melawan Rusia tak kunjung berakhir.

Partai Republik juga geram atas banyaknya aliran migran ilegal di perbatasan AS-Meksiko, sehingga enggan menyetujui bantuan baru ke Ukraina senilai 61 miliar dollar AS (Rp 965,56 triliun) yang diajukan Presiden Joe Biden.

Republik mau menyetujui bantuan tersebut jika ada perubahan besar dalam kebijakan imigrasi dan pengawasan di perbatasan AS-Meksiko.

"Tepenting adalah Ukraina mendapat dukungan terus-menerus karena kita perlu menyadari hal ini diawasi ketat di Beijing,” kata Stoltenberg di Fox News.

Para analis mengemukakan, China—yang mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan bersumpah akan merebutnya suatu saat nanti—sedang mengamati apakah dukungan Barat yang dulu kuat terhadap Ukraina kini menurun.

Mereka memperingatkan, jika Ukraina ditinggalkan oleh AS dan para sekutunya, China mungkin tergoda untuk mengambil tindakan militer guna menguasai Taiwan.

Baca juga:

“Jadi hal ini tidak hanya membuat Eropa lebih rentan, tapi kita semua, juga Amerika Serikat, lebih rentan jika Putin mendapatkan apa yang diinginkannya di Ukraina,” tambah Stoltenberg, dikutip dari kantor berita AFP.

Bantuan AS ke Ukraina, kata Stoltenberg, hanya sebagian kecil dari anggaran Pentagon, tetapi itu dapat menghancurkan dan menurunkan kekuatan tentara Rusia secara substansial.

"Oleh karena itu, kita harus terus melakukannya," sambungnya.

Bantuan AS ke Ukraina juga membantu pekerja Amerika karena uangnya dipakai untuk membeli senjata buatan Amerika, ujar Sekretaris Jenderal NATO tersebut.

Stoltenberg dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, dan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan pada Senin (29/1/2024).

Keesokan harinya, ia dijadwalkan bertemu anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat yang terlibat perdebatan bantuan ke Ukraina.

Baca juga: Holodomor, Bencana Kelaparan akibat Kebijakan Stalin yang Tewaskan 3,9 Juta Warga Ukraina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Global
[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

Global
Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Global
Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com