Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korea Utara Undang Warga Asing ke Turnamen Golf, Kian Membuka Diri?

Kompas.com - 09/08/2023, 18:04 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara telah mengundang para pegolf asing untuk ikut serta ke dalam sebuah turnamen golf di Pyongyang.

Pengamat menilai, ini menjadi sebuah tanda lain yang mungkin menunjukkan bahwa Korea Utara kian membuka diri.

Sebelumnya, pejabat China dan Rusia sempat menghadiri parade militer di negara tertutup itu pada bulan lalu.

Baca juga: HP di Meja Kim Jong Un Saat Pantau Peluncuran Rudal Balistik Jadi Sorotan

Korea Utara telah berada di bawah blokade Covid-19 yang diberlakukan secara ketat sejak awal 2020. Tetapi, para ahli melihat, ada tanda-tanda bahwa Pyongyang mungkin menjadi lebih fleksibel dalam hal kontrol perbatasan.

"Pyongyang Golf Course akan menjadi tuan rumah kompetisi pegolf amatir pada musim semi dan musim gugur setiap tahun," ungkap sebuah posting di situs web resmi DPR Korea Tour Pyongyang.

"Pegolf amatir asing juga bisa ikut serta dalam kompetisi yang diadakan pada musim semi dan musim gugur di negara kami dan membangun persahabatan dengan pegolf amatir Korea (Utara)," tambah pernyataan yang diunggah pada 2 Agustus itu, sebagaimana dikutip dari AFP.

Posting tersebut juga menyertakan alamat email dan nomor telepon perusahaan perjalanan golf yang berada di bawah administrasi pariwisata resmi Korea Utara.

Tetapi, posting itu tidak menyertakan informasi kapan turnamen golf di Korea Utara akan digelar.

Dalam sebuah posting terpisah, Pyongyang mengatakan, bahwa badan usahanya, Ryomyong Golf Travel Company, telah mengembangkan berbagai atraksi termasuk lapangan golf bawah laut, lapangan panahan, dan tempat berperahu.

Baca juga: Korea Utara Akui Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua, Diawasi Langsung Kim Jong Un

Posting tersebut dibagikan setelah China mengonfirmasi pada Juli bahwa Korea Utara telah mendaftarkan diri untuk Asian Games yang akan diselenggarakan di Kota Hangzhou pada September 2023.

Korea Utara sendiri sebenarnya pernah mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang olahraga di luar negeri pada awal tahun ini, namun kemudian batal mengirimkan atletnya.

Cheong Seong-chang dari Pusat Studi Korea Utara di Institut Sejong mengatakan kepada AFP, bahwa tanda-tanda terbaru menunjukkan pariwisata China ke Korea Utara akan berangsur-angsur berlanjut di masa depan.

The Pyongyang Golf Course dilaporkan telah dibangun pada awal 1980-an, dan secara resmi dibuka pada tahun 1987 untuk merayakan ulang tahun ke-75 pendiri negara tersebut, Kim Il-sung.

"Korea Utara telah menetapkan golf sebagai sarana penting untuk mendapatkan mata uang asing," kata An Chan-il, seorang pembelot yang kini menjadi peneliti di World Institute for North Korea Studies, kepada AFP.

Rezim ini, kata dia, bahkan telah mendirikan sebuah departemen golf di sebuah universitas olahraga utama di Pyongyang.

Baca juga: Saat Kim Jong Un Janji Berpegangan Tangan dengan Putin...

Pada 2005, selama periode hubungan yang lebih baik, Pyongyang Golf Course menjadi tuan rumah acara Asosiasi Golf Profesional Wanita Korea (KLPGA).

Pemenangnya, Song Bo-bae dari Korea Selatan, mengatakan kepada media pada saat itu, "Lapangan golf ini jauh lebih lambat dibandingkan dengan lapangan golf di Korea Selatan, sehingga cukup menantang".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Global
Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Global
Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Global
Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Global
 Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Global
Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Global
WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

Global
Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Global
Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Global
Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Global
Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Internasional
Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Global
Bagaimana Rencana 'The Day After' Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Bagaimana Rencana "The Day After" Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Internasional
Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Global
Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel...

Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis "Habisi Mereka" di Rudal Israel...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com