Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

Kompas.com - 29/05/2024, 18:15 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Al Jazeera

YERUSALEM, KOMPAS.com - Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan rumah sakit terakhir yang masih berfungsi di Rafah bisa berhenti berfungsi dan diperkirakan akan terjadi banyak kematian jika Israel melancarkan serangan penuh ke Kota Gaza selatan.

“Jika serangan terus berlanjut, kami akan kehilangan rumah sakit terakhir di Rafah,” kata Richard Peeperkorn, perwakilan WHO untuk Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, di sela-sela Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa pada Selasa (28/5/2024).

Dilansir dari Al Jazeera, dia mengatakan bahwa dalam kasus serangan penuh, rencana darurat yang melibatkan perawatan pasien di serangkaian rumah sakit lapangan yang tidak memiliki perlengkapan yang memadai.

Baca juga: Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

“Itu tidak akan mencegah apa yang kita perkirakan: tambahan angka kematian dan kesakitan yang signifikan," ujarnya.

Komentar tersebut muncul ketika tank-tank Israel dilaporkan telah maju ke pusat Rafah.

Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, mengatakan tank-tank Israel saat ini sedang mendorong lebih jauh ke Rafah dari dua poros utama.

“Pertama, sepanjang Koridor Philadelphi hingga ke pusat kota, dan kedua, dari bagian timur kota Rafah hingga ke kawasan yang disebut bundaran al-Awda,” ujarnya.

Serangan Israel di Rafah yang telah berlangsung selama tiga minggu memicu kemarahan baru setelah serangan udara pada Minggu (26/5/2024), menyulut api di sebuah tenda kamp di distrik barat, menewaskan sedikitnya 45 orang.

Israel mengklaim pihaknya telah menargetkan dua agen senior Hamas di sebuah kompleks dan tidak bermaksud menimbulkan korban sipil.

Pada Selasa, 21 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan Israel di sebuah daerah dengan tenda-tenda yang menampung pengungsi di al-Mawasi, sebelah barat Rafah, menurut pejabat medis Palestina.

Baca juga: Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Peeperkorn mengatakan bahwa dari tiga rumah sakit di Rafah, hanya satu yang hampir tidak berfungsi. 

Ia mengatakan, Rumah Sakit Abu Youssed Al-Najar yang sebelumnya melayani 700 pasien cuci darah kini sudah tidak beroperasi lagi.

Penembakan artileri di Rafah mencapai sekitar Rumah Sakit Spesialis Kuwait, kata Mahmoud dari Al Jazeera, yang telah dihentikan layanannya. Tiga rumah sakit lapangan di kota Rafah barat juga tidak dapat beroperasi, katanya.

Baca juga: Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis Habisi Mereka di Rudal Israel...

Rafah adalah titik masuk utama bantuan kemanusiaan sebelum Israel meningkatkan serangan militernya di sisi Gaza yang berbatasan dengan Mesir awal bulan ini dan mengambil kendali penyeberangan dari sisi Palestina.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com