Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Kompas.com - 29/05/2024, 17:48 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

SEOUL, KOMPAS.com - Media lokal Korea Selatan pada Rabu (29/5/2024) melaporkan, Korea Utara menerbangkan balon-balon berisi sampah, tisu toilet, dan kotoran hewan ke Korsel.

Foto-foto dari media Korsel menunjukkan balon-balon putih berisi kantong dengan sampah dan sesuatu yang tampak seperti kotoran.

Akhir pekan lalu, Korut memperingatkan akan menghujani Korsel dengan tumpukan kertas bekas dan kotoran sebagai hukuman.

Baca juga: Para Pembelot Korea Utara Sulit Cari Pekerjaan dan Terancam Dipulangkan

Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan, "Benda-benda tak dikenal yang diyakini sebagai propaganda Korea Utara diidentifikasi di wilayah perbatasan Gyeonggi-Gangwon dan militer sedang mengambil tindakan."

“Warga negara harus menahan diri dari aktivitas di luar ruangan, tidak melakukan kontak dengan benda apa pun yang tidak diketahui, dan melaporkannya ke pangkalan militer atau polisi terdekat,” katanya dalam pernyataan yang dikirim ke kantor berita AFP.

Dikatakan bahwa tindakan Korea Utara jelas melanggar hukum internasional dan secara serius mengancam keselamatan rakyat Korea Selatan.

“Kami dengan tegas memperingatkan Korea Utara untuk segera menghentikan tindakannya yang tidak manusiawi dan rendahan ini,” tambahnya.

Pada Selasa (28/5/2024) larut malam, Provinsi Gyeonggi mengeluarkan peringatan berupa pesan teks kepada penduduk yang berbunyi, "Jangan beraktivitas di luar ruangan dan laporkan (benda dari Korea Utara) ke pangkalan militer jika teridentifikasi."

Baca juga: Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Para aktivis Korsel kadang-kadang menerbangkan balon berisi selebaran propaganda anti-Rezim Kim Jong Un dan uang untuk masyarakat yang tinggal di utara perbatasan.

Pyongyang sejak lama tidak suka dengan propaganda tersebut, diduga karena khawatir masuknya informasi dari luar dapat menimbulkan ancaman bagi rezim Kim.

Kemudian, Korea Utara baru-baru ini mengancam akan membalas.

“Pembalasan akan dilakukan terhadap seringnya selebaran dan sampah lainnya yang disebar oleh Korea Selatan di dekat perbatasan,” kata Wakil Menteri Pertahanan Kim Kang Il pada Minggu (26/5/2024).

“Tumpukan kertas bekas dan kotoran akan segera tersebar di perbatasan dan pedalaman Korea Selatan, dan negara itu akan merasakan langsung betapa besarnya upaya yang diperlukan untuk membersihkannya,” ujar Kim dikutip oleh kantor berita Pemerintah Korut, KCNA.

Sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, kedua negara secara teknis masih berperang dan dipisahkan oleh perbatasan yang dijaga ketat.

Baca juga: Perang Korea 1950: Bagaimana Akhirnya dan Kenapa Korsel-Korut Tidak Bersatu

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com