Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korsel Rilis Video Peluncuran Satelit Korut yang Gagal karena Meledak

Kompas.com - 28/05/2024, 12:19 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan (Korsel) merilis rekaman video pada Selasa (28/5/2024) menunjukkan peluncuran satelit Korea Utara (Korut) yang mengalami kegagalan.

Dikutip dari AFP, video berdurasi satu menit yang disediakan oleh Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan menunjukkan ledakan di langit yang diikuti oleh kilatan cahaya.

Rekaman itu direkam oleh alat observasi di kapal patroli Korea Selatan, kata JCS.

Baca juga: Kim Jong Un: Peluncur Roket Teknologi Baru, Perkuat Artileri Korut

Korea Utara mengatakan, upaya terbarunya untuk meluncurkan satelit pengintaian militer baru gagal pada hari Senin selama penerbangan tahap pertama roket tersebut.

Analisis awal menunjukkan bahwa penyebabnya adalah motor roket berbahan bakar cair yang baru dikembangkan, namun kemungkinan penyebab lain masih diselidiki, menurut laporan yang dimuat oleh media pemerintah KCNA.

Upaya ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Pyongyang mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan mencoba meluncurkan satelit pada 4 Juni, yang merupakan satelit mata-mata kedua di orbit.

Pihak berwenang Korea Selatan dan AS yakin proyektil tersebut meledak setelah terbang selama beberapa menit, menurut kantor kepresidenan Korea Selatan.

Selain itu, JCS mengatakan pihaknya mendeteksi adanya puing roket di laut hanya dua menit setelah peluncuran.

"Benda yang ditembakkan Korea Utara menghilang di Laut Kuning," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi kepada wartawan.

Dia menuduh Korea Utara melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan peluncuran tersebut.

"Amerika Serikat mengutuk peluncuran tersebut yang menggunakan teknologi berhubungan langsung dengan program rudal balistik DPRK dan melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

Baca juga: Kim Jong Un Awasi Latihan Serangan Balik Nuklir

DPRK adalah kependekan dari Democratic People's Republic of Korea, nama resmi Korea Utara.

Peluncuran tersebut dilakukan beberapa jam setelah China, Korea Selatan, dan Jepang menyelesaikan pertemuan puncak tiga pihak yang jarang terjadi di Seoul.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Perang di Gaza Mereda Meski Ada Ledakan di Selatan, Korban Tewas Minim

Perang di Gaza Mereda Meski Ada Ledakan di Selatan, Korban Tewas Minim

Global
[POPULER GLOBAL] 4 Pelayat Tewas Tertabrak Mobil | Pesan Idul Adha Joe Biden

[POPULER GLOBAL] 4 Pelayat Tewas Tertabrak Mobil | Pesan Idul Adha Joe Biden

Global
Euro 2024: Kursi Stadion Kharkiv yang Hancur Dipamerkan di Munich Jelang Ukraina Vs Romania

Euro 2024: Kursi Stadion Kharkiv yang Hancur Dipamerkan di Munich Jelang Ukraina Vs Romania

Global
Alasan dan Dampak Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Alasan dan Dampak Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Global
Di Montpellier Perancis, Ada Pajak Gaji 2 Persen untuk Danai Transportasi Gratis

Di Montpellier Perancis, Ada Pajak Gaji 2 Persen untuk Danai Transportasi Gratis

Global
Ibu Kota Rusia Dilanda Wabah Botulisme, 121 Orang Butuh Pertolongan Medis

Ibu Kota Rusia Dilanda Wabah Botulisme, 121 Orang Butuh Pertolongan Medis

Global
Negara Mana Saja yang Paling Banyak Dibahas di Parlemen Uni Eropa?

Negara Mana Saja yang Paling Banyak Dibahas di Parlemen Uni Eropa?

Global
Merasakan Pahitnya Perayaan Idul Adha 2024 di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al Aqsa... 

Merasakan Pahitnya Perayaan Idul Adha 2024 di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al Aqsa... 

Global
Apa Korelasi Air Zamzam dan Ibadah Haji?

Apa Korelasi Air Zamzam dan Ibadah Haji?

Global
Mesin Terbakar di Udara, Pesawat Virgin Australia Mendarat Darurat

Mesin Terbakar di Udara, Pesawat Virgin Australia Mendarat Darurat

Global
Rusia Tanggapi KTT Ukraina di Swiss: Tak Buahkan Hasil, Presiden Putin Masih Terbuka untuk Dialog

Rusia Tanggapi KTT Ukraina di Swiss: Tak Buahkan Hasil, Presiden Putin Masih Terbuka untuk Dialog

Global
PM Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

PM Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Global
Sampaikan Pesan Idul Adha 2024, Wapres AS Akui Masih Ada “Hate Crime” ke Warga Muslim

Sampaikan Pesan Idul Adha 2024, Wapres AS Akui Masih Ada “Hate Crime” ke Warga Muslim

Global
Polisi Inggris Tabrakkan Mobil untuk Tangkap Sapi yang Kabur

Polisi Inggris Tabrakkan Mobil untuk Tangkap Sapi yang Kabur

Global
5 Tewas akibat Tabrakan Kereta Penumpang dan Barang di India

5 Tewas akibat Tabrakan Kereta Penumpang dan Barang di India

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com