Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Kompas.com - 29/05/2024, 12:16 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Meksiko pada Selasa (28/5/2024) mengatakan, alan mengerahkan sekitar 27.000 tentara dan Garda Nasional untuk memperkuat pengamanan pemilihan umum akhir pekan ini.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan, tujuan pengerahan personel militer saat pemilu pada Minggu (2/6/2024) adalah agar warga Meksiko dapat memilih dengan tenang, aman, dan tanpa rasa takut.

Ia yakin pemilu Meksiko akan berlangsung bersih, bebas, dan yang terpenting damai."

Baca juga: Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Selain memilih presiden baru, masyarakat Meksiko juga akan memilih anggota Kongres, beberapa gubernur negara bagian, dan sejumlah pejabat lokal.

Secara total, lebih dari 20.000 posisi sedang diperebutkan di pemilu Meksiko 2024.

Aksi kekerasan biasanya meningkat menjelang pemilu Meksiko, dan tahun ini pun hal serupa terjadi.

Menteri Keamanan Meksiko Rosa Icela Rodriguez mengungkapkan, 22 calon untuk jabatan lokal tewas dibunuh sejak proses pemilu dimulai pada September 2023.

Beberapa organisasi non-pemerintah melaporkan angka yang lebih tinggi, seperti Data Civica yang menghitung 30 pembunuhan terhadap politisi lokal.

Baca juga:

Menurut survei yang dilakukan firma riset Oraculus, Claudia Sheinbaum yang merupakan calon presiden dari partai berkuasa adalah kandidat terdepan dengan sekitar 56 persen dukungan pemilih.

Saingannya yaitu oposisi Xochitl Galvez berada di urutan kedua dengan 33 persen, sedangkan capres lainnya yakni Jorge Alvarez Maynez didukung 12 persen responden.

Tindak kekerasan menyebabkan lebih dari 450.000 korban tewas dan puluhan ribu orang hilang sejak 2006. Catatan ini akan menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi presiden Meksiko selanjutnya.

Baca juga: Kenapa Presiden Meksiko Tidak Pernah Keluar Negeri, Termasuk ke KTT G20?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Global
Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Global
Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Internasional
Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Global
Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Global
Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Global
AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

Global
Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Global
[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

Global
Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com