Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Kompas.com - 29/05/2024, 21:17 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WARSAWA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertahanan Polandia Cezary Tomczyk pada Rabu (29/5/2024) mengatakan, negara tetangganya yaitu Ukraina bebas menggunakan senjata pasokan dari Warsawa.

Namun, ia mendesak negara-negara Barat lainnya untuk mengizinkannya juga dan mencabut pembatasan.

Persoalan mengenai penggunaan senjata kiriman dari Barat oleh Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia disikapi berbeda-beda oleh para sekutu Kyiv. Amerika Serikat (AS) secara khusus menentangnya.

Baca juga: Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

“Tidak ada pembatasan terhadap senjata Polandia yang kami kirim ke Ukraina. Ukraina dapat berperang sesuka mereka,” kata Tomczyk dalam wawancara dengan Radio Zet, dikutip dari kantor berita AFP.

Pewawancara tepatnya menanyakan, apakah Warsawa melarang Ukraina menggunakan senjata Polandia untuk menyerang wilayah Rusia.

“Ukraina berhak membela diri, dan melakukannya sesuai keinginannya. Dan saya pikir negara-negara Barat juga harus mencabut pembatasan tersebut,” lanjut Tomczyk.

Akan tetapi, Tomczyk yang negaranya adalah anggota NATO dan salah satu pendukung paling setia Ukraina, mengakui masalah pembatasan itu rumit, tanpa menjelaskan secara rinci.

Sebelumnya, AS pada Selasa (28/5/2024) menolak permohonan Ukraina untuk mengakhiri pembatasan.

“Tidak ada perubahan pada kebijakan kami saat ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby.

Ia menambahkan, “Kami tidak mendorong atau mengizinkan penggunaan senjata yang dipasok AS untuk menyerang wilayah Rusia.

Baca juga: Uni Eropa: Ukraina Berhak Pakai Senjata Barat untuk Serang Rusia

Masih di hari yang sama, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Kyiv harus diizinkan melumpuhkan pangkalan militer Rusia yang digunakan untuk menembakkan rudal ke Ukraina.

Namun, ia menekankan bahwa Ukraina tidak boleh menyerang sasaran lain di Rusia, apalagi yang berkaitan dengan masyarakat sipil.

Setelah komentar Macron, Jerman mengatakan bahwa ada aturan penggunaan senjata yang dipasok ke Ukraina dan harus selalu ditegakkan dalam kerangka hukum internasional.

Jerman selama ini enggan mengizinkan Ukraina melakukan serangan lintas perbatasan karena khawatir dapat memicu konflik langsung dengan Rusia yang bersenjata nuklir.

Baca juga: Putin Bersedia Membicarakan Perdamaian, Namun Ukraina Patut Waspada

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com