Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Kompas.com - 29/05/2024, 19:44 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Sky News

LONDON, KOMPAS.com - Temuan terbaru menyebut penerbangan Singapore Airlines yang dilanda turbulensi parah mengalami perubahan gaya gravitasi yang cepat dan penurunan ketinggian 54m (178 kaki) dalam empat detik.

Hal ini terjadi membuat seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal karena dugaan serangan jantung setelah insiden pada 21 Mei dalam penerbangan London-Singapura.

Belassn lainnya terluka dengan 28 orang masih di rumah sakit Thailand setelah melakukan pendaratan darurat.

Baca juga: [KABAR DUNIA SEPEKAN] Presiden Iran Meninggal | Singapore Airlines Turbulensi

Dilansir dari Sky News, Biro Investigasi Keselamatan Transportasi mengatakan percepatan vertikal berubah dari negatif 1,5G menjadi positif 1,5G dalam waktu 4 detik.

"Hal ini kemungkinan mengakibatkan penumpang yang berada di udara terjatuh kembali," ujarnya.

"Perubahan cepat dalam G selama durasi 4,6 detik mengakibatkan penurunan ketinggian 178 kaki (54 m), dari 37,362 kaki menjadi 37,184 kaki. Rangkaian kejadian ini kemungkinan besar menyebabkan cedera pada awak dan penumpang," tambahnya.

Pekan lalu, Singapore Airlines mengatakan pilotnya menyatakan darurat medis dan mendarat di Bangkok setelah turbulensi ekstrem yang tiba-tiba terjadi di Cekungan Irrawaddy pada ketinggian 37.000 kaki sekitar 10 jam setelah keberangkatan.

Pria berusia 73 tahun yang meninggal dalam insiden tersebut diketahui bernama Geoff Kitchen, dari Thornbury dekat Bristol.

Dia sedang berlibur enam minggu bersama istrinya ke Singapura, Indonesia, dan Australia pada saat itu.

Penumpang lainnya, Dzafran Azmir (28) menggambarkan kekacauan di dalam pesawat.

Baca juga: Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

“Tiba-tiba pesawat mulai miring dan terjadi guncangan sehingga saya mulai bersiap menghadapi apa yang terjadi,” katanya.

"Dan tiba-tiba terjadi penurunan yang sangat drastis sehingga semua orang yang duduk dan tidak mengenakan sabuk pengaman langsung terlempar ke langit-langit."

"Beberapa orang kepalanya terbentur kabin bagasi di atas dan membuatnya penyok," tambahnya.

"Mereka menyerang tempat-tempat di mana lampu dan masker berada dan langsung menerobosnya," tambahnya.

Baca juga: Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Greater Bay Airlines asal Hong Kong mengatakan bahwa pihaknya akan mewajibkan penumpang untuk mengencangkan sabuk pengaman mereka setiap saat selama penerbangan, bahkan ketika tanda sabuk pengaman dimatikan, mulai besok.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com