Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Prof. Dr. Ahmad M Ramli
Guru Besar Cyber Law & Regulasi Digital UNPAD

Guru Besar Cyber Law, Digital Policy-Regulation & Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran

Respons Joe Biden atas Putusan Mahkamah Uni Eropa Terkait Pelindungan Data Pribadi

Kompas.com - 07/12/2022, 14:14 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

HUBUNGAN antara pelindungan data pribadi dengan transaksi bisnis internasional terkuak dalam kasus yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Persoalan transfer data pribadi antarnegara, sempat menjadi persoalan serius yang melibatkan Uni Eropa dan negara adidaya ini karena menyangkut transaksi senilai 7,1 triliun dollar AS antara AS dan Uni Eropa.

Dunia terperangah ketika Mahkamah Uni Eropa secara berani membatalkan kesepakatan AS dan Uni Eropa terkait pelindungan data pribadi ini.

Berita ini juga dilansir Multichanel News yang menurunkan tulisan: EU Court Invalidates Privacy Shield, Juli 16 2020 (www.nexttv.com).

Sebelumnya Gedung Putih melalui kanal resmi WH.Gov 7 Oktober 2022, memuat pernyataan berjudul FACT SHEET: President Biden Signs Executive Order to Implement the European Union-U.S. Data Privacy Framework.

Presiden AS Joe Biden, menandatangani Perintah Eksekutif tentang pelindungan data pribadi lintas batas yang baru sebagai reaksi atas putusan Mahkamah Eropa, yang membatalkan perjanjian sebelumnya.

Terkait dengan putusan, Mahkamah Eropa atau yang dikenal dengan The Court of Justice of The European Union melalui kanal resmi ec.europa.eu menyampaikan bahwa dalam putusannya pada 16 Juli 2020 (Kasus C-311/18), Mahkamah Uni Eropa menyatakan, Pelindungan Privasi UE-AS tidak lagi menjadi mekanisme valid untuk mentransfer data pribadi dari Uni Eropa ke Amerika Serikat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perintah Eksekutif Presiden Biden juga, menguraikan langkah-langkah yang diambil AS di bawah Kerangka Privasi Data Uni Eropa-AS yang baru.

Kerangka kerja ini pada dasarnya adalah tempat perlindungan data yang aman bagi perusahaan yang setuju untuk mematuhinya.

Langkah-langkah tersebut termasuk memberikan kepastian hukum yang lebih besar kepada korporasi dengan menciptakan proses independen dan mengikat bagi individu berdasarkan undang-undang AS.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+