Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bersihkan Sungai Indonesia dari Sampah Plastik, Pemuda Perancis Ini Raih Magsaysay Award 2022

Kompas.com - 14/10/2022, 15:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

MANILA, KOMPAS.com - Seorang pemuda asal Perancis, Gary Bencheghib, menerima penghargaan bergengsi Magsaysay Award dari Filipina karena membersihkan sampah plastik di sungai Indonesia.

Pemuda berusia 27 tahun tersebut mendirikan organisasi bernama Sungai Watch sejak 2020 dengan kegiatan membersihkan sampah plastik dari berbagai sungai.

"Saya hampir tidak percaya dengan penghargaan tersebut," kata Gary kepada ABC Indonesia.

Baca juga: Watchdoc, Pembuat Film Dokumenter Sexy Killers, Raih Penghargaan Nobel Asia Ramon Magsaysay 2021

"Saya hanyalah pemuda sederhana dari Bali. Kami belum belum pernah memenangkan penghargaan apa pun sebelumnya dan pusat perhatian kami adalah menyelesaikan masalah sampah plastik di Bali dan di Indonesia," ungkap dia.

Penghargaan Magsaysay adalah penghargaan tahunan yang diberikan oleh Yayasan Ramon Magsaysay, mantan presiden Filipina bagi mereka yang bergerak di berbagai bidang yang dianggap membantu kemanusiaan.

Pada 2021 Rumah Produksi Watcdoc dari Indonesia mendapatkan penghargaan yang sama, yang disebut-sebut sebagai seperti penghargaan Nobel untuk Asia.

Dalam pengumumannya, panitia mengatakan bahwa Gary dianugerahi penghargaan dalam kategori Emergent Leadership.

Gary Bencheghib diberi penghargaan karena perjuangannya melawan polusi sampah plastik di laut dan sungai, masalah yang terjadi dalam skala lokal maupun global.

"Energinya sebagai anak muda dikombinasikan dengan faktor alam, petualangan, video dan teknologi yang digunakan sebagai senjata dalam advokasi sosial dan kreativitas dan semangatnya menjadi contoh yang bagus bagi anak-anak muda dan juga dunia," kata Panitia Magsaysay.

Baca juga: Selain Watchdoc, Ini 2 Lembaga dari Indonesia yang Pernah Dapat Penghargaan Ramon Magsaysay

Upacara pemberian penghargaan akan dilakukan di Manila pada akhir November.

Emergent Leadership adalah istilah bagi seseorang yang bukan pemimpin secara faktual namun muncul sebagai pemimpin lewat interaksi dalam kelompoknya.

Selain Gary Bencheghib, pada tahun ini Penghargaan Magsaysay juga diberikan kepada tiga orang lainnya.

Salah satunya Sotheara Chhim, psikiater dan advokat kesehatan mental dari Kamboja yang terlibat dalam proses penyembuhan trauma di negara tersebut bernama baskbat.

Juga Tadashi Hattori, dokter mata asal Jepang dan aktivis kemanusiaan yang melakukan operasi mata gratis di Vietnam, dan Bernadette J. Madrid, dokter dari Filipina yang memperjuangkan hak anak di negaranya dengan menciptakan ruang aman bagi anak-anak korban pelecehan.

Baca juga: Profil Watchdoc, Rumah Produksi yang Dapat Penghargaan Ramon Magsaysay

Sudah tinggal di Bali selama 20 tahun

Berasal dari Perancis, Gary mengatakan bahwa Bali merupakan tempat dirinya dibesarkan sejak umur 7 tahun.

Sejak 2020, Gary bersama dengan saudaranya, Kelly dan Sam, mendirikan Sungai Watch yang sekarang memiliki 55 orang anggota yang disebut sebagai  pejuang sungai (river warriors), yang bekerja setiap hari untuk mencegah mengalirnya polusi sampah plastik ke laut.

"Saya sudah menyaksikan sendiri selama bertahun-tahun situasi semakin memburuk, dengan sampah plastik berserakan di pantai-pantai di Bali ketika musim hujan," katanya kepada ABC.

"Penghargaan ini akan mendorong kami untuk semakin semangat untuk berjuang bagi Bali dan Indonesia yang bersih," ucap Gary.

Menurutnya, mereka sekarang akan meningkatkan kegiatan dengan berusaha membersihkan 1.000 sungai paling kotor di Indonesia dan juga melakukan proyek yang sama di berbagai bagian dunia lain.

Baca juga: Raih Penghargaan Ramon Magsaysay, Watchdoc: Jadi Kontrak Politik-Moral agar Konsisten

Dalam kegiatan pembersihan sampah plastik di sungai, Gary Bencheghib mengatakan salah satu hal yang mereka lakukan adalah memasang penangkal yang bisa menjaring sampah-sampah plastik.

Misi mereka yang lain adalah memasang 1.000 penangkal sampah tersebut di tahun 2023.

Sekarang ini tiap harinya para relawan Sungai Watch mengumpulkan sekitar 2 ton sampah plastik dari berbagai sungai.

Bisa menjadi masukan bagi pemerintah

I Made Iwan Dewantama dari lembaga Conservation Internasional menilai, penghargaan tersebut semakin mengukuhkan sampah sebagai salah satu masalah yang semakin penting.

"Sampah yang dibersihkan dari sungai sudah mendapat perhatian dunia... berarti sampah sudah merupakan isu yang besar sekali. Ini konfirmasi saja bahwa sampah merupakan isu global," ungkap dia.

Selain itu, menurut Iwan, salah satu poin utama yang diangkat Gary Bencheghib dalam kegiatannya adalah berapa banyak sampah tertangani atau tidak tertangani di tempat-tempat tertentu.

"Kalau kita bicara di Bali saja, pemerintah harusnya punya data berapa banyak sampah yang tidak terkelola," ucap dia.

"(Kontribusi) ini yang kemudian bisa di-cross check, (yakni) seberapa banyak Sungai Watch berkontribusi terhadap persoalan jumlah sampah yang tidak terkelola." terang dia.

Baca juga: Kontroversi Magsaysay Award dan Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

Konsistensi dan keterlibatan lebih banyak orang

Sementara itu menurut I Gusti Rai Ari Temaja dari Komunitas Peduli Sumber Daya Air (KPS) Denpasar, yang perlu terus dilakukan selain membersihkan sampah adalah tindakan untuk menyadarkan masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan.

Rai Ari juga terlibat dalam tim yang diberi nama 'Gila Selingkuh', kepanjangan dari Giat Lestarikan Alam Selamatkan Lingkungan Hidup.

"Yang sedikit membedakan gerakan kami dengan Sungai Watch, kami mengeksekusi, juga mengedukasi masyarakat agar tidak nyampah dan mencemari sungai," katanya.

"Juga sebagai tim miitigasi, kami berusaha menimimalkan musibah, yang bergerak melakukan tanggap darurat terhadap bencana," tambah Rai Ari.

Dia mengapresiasi maraknya komunitas yang muncul dan bergerak di bidang lingkungan hidup.

"Yang diperlukan adalah konsistensi dan keterlibatan lebih banyak orang untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat," terang dia.

Baca juga: Ramon Magsaysay Award Tambah Semangat KPK

Tulisan ini telah tayang di ABC Australia dengan judul "Fokus Menyelesaikan Sampah Plastik Indonesia, Gary Bencheghib Raih Penghargaan Magsaysay" karya Sastra Wijaya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Global
Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com