Kompas.com - 06/10/2022, 15:05 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov yang merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Rabu (5/10/2022) mengatakan bahwa dia diberikan pangkat tertinggi ketiga di tentara Rusia.

Kadyrov (46), salah satu suara paling vokal di Rusia yang mendukung serangan Putin di Ukraina, berujar bahwa itu adalah kehormatan besar baginya.

Mantan panglima perang yang memerintah Chechnya dengan pelanggaran hak asasi manusia meluas tersebut berujar, Putin memberitahunya secara pribadi tentang keputusan tersebut.

Baca juga: Pemimpin Chechnya Buka Suara Kritik Kinerja Pasukan Rusia: Putin Tak Tahu Kondisi Perang Sebenarnya

"Presiden Rusia memberi saya pangkat kolonel jenderal," kata Kadyrov di Telegram. "Ini adalah promosi untukku," dikutip dari kantor berita AFP.

Kolonel jenderal adalah pangkat komando tertinggi ketiga dalam hierarki militer Rusia.

Penunjukan Kadyrov untuk pangkat itu terjadi ketika tentara Ukraina memukul mundur pasukan Moskwa di daerah-daerah yang oleh Kremlin dinyatakan sebagai "milik Rusia selamanya."

Ramzan Kadyrov menyatakan, dia akan melakukan segalanya untuk mengakhiri operasi militer khusus dengan cepat--menggunakan istilah Kremlin untuk invasi di Ukraina.

Unit-unit Chechnya--termasuk milisi Kadyrov sendiri yaitu "Kadyrovtsi" yang bereputasi jahat--bertempur bersama pasukan reguler Rusia di Ukraina.

Baca juga:

Kadyrov memberikan dukungan penuhnya di belakang kampanye Putin, dengan kerap menyerukan taktik paling keras untuk digunakan di Ukraina.

Pekan ini dia meminta Moskwa menggunakan senjata nuklir hasil rendah di Ukraina setelah pasukan Rusia dipukul mundur dari Kota Lyman.

Dia kemudian mengirim tiga putranya yang masih remaja--berusia 14,15 dan 16 tahun--ke garis depan perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Tanggapan Rusia Setelah Diminta Pemimpin Chechnya Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedro Castillo, 'Presiden Miskin' Pertama Peru yang Terjungkal karena Korupsi

Pedro Castillo, "Presiden Miskin" Pertama Peru yang Terjungkal karena Korupsi

Global
Otoritas AS Terus Anggap TikTok Berbahaya

Otoritas AS Terus Anggap TikTok Berbahaya

Global
Iran Eksekusi Demonstran yang Lukai Petugas Keamanan dengan Pisau

Iran Eksekusi Demonstran yang Lukai Petugas Keamanan dengan Pisau

Global
Netanyahu Amankan Mayoritas Parlemen Israel, Makin Dekat Bentuk Pemerintahan Baru

Netanyahu Amankan Mayoritas Parlemen Israel, Makin Dekat Bentuk Pemerintahan Baru

Global
PBB Ikut Soroti KUHP Baru, Sebut Aturan Tertentu Tak Sesuai HAM

PBB Ikut Soroti KUHP Baru, Sebut Aturan Tertentu Tak Sesuai HAM

Global
Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina, Serbu Jenin Saat Dini Hari

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina, Serbu Jenin Saat Dini Hari

Global
Peretas Korea Utara Manfaatkan Tragedi Halloween Itaewon untuk Sebarkan Malware

Peretas Korea Utara Manfaatkan Tragedi Halloween Itaewon untuk Sebarkan Malware

Global
Cara Korea Selatan Atasi Sampah Plastik, Produsen dan Konsumen Punya Kewajiban Ini

Cara Korea Selatan Atasi Sampah Plastik, Produsen dan Konsumen Punya Kewajiban Ini

Global
Terpidana Bom Bali Umar Patek Bebas, Wakil PM Australia: Ini Sulit

Terpidana Bom Bali Umar Patek Bebas, Wakil PM Australia: Ini Sulit

Global
Maskapai Uni Eropa Harus Bayar Izin Lebih Mahal jika Pakai Bahan Bakar Fosil

Maskapai Uni Eropa Harus Bayar Izin Lebih Mahal jika Pakai Bahan Bakar Fosil

Global
Pengunjung Piala Dunia Qatar Hanya 765.000, Kurang dari Target 1,2 Juta Orang

Pengunjung Piala Dunia Qatar Hanya 765.000, Kurang dari Target 1,2 Juta Orang

Global
Putin Sebut Perang di Ukraina Bisa Berlangsung Lama, Sampai Kapan?

Putin Sebut Perang di Ukraina Bisa Berlangsung Lama, Sampai Kapan?

Global
Qatar Dihantam Tornado Besar dan Hujan Es di Tengah Jeda Pertandingan Piala Dunia 2022

Qatar Dihantam Tornado Besar dan Hujan Es di Tengah Jeda Pertandingan Piala Dunia 2022

Global
Presiden Peru Pedro Castillo Ditahan, Wapres Perempuan Dina Boluarte Ambil Alih

Presiden Peru Pedro Castillo Ditahan, Wapres Perempuan Dina Boluarte Ambil Alih

Global
Bukti Baru Dugaan Penembakan Jurnalis Shireen Abu Akleh oleh Pasukan Israel Diajukan ke ICC

Bukti Baru Dugaan Penembakan Jurnalis Shireen Abu Akleh oleh Pasukan Israel Diajukan ke ICC

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.