Kompas.com - 18/08/2022, 23:31 WIB

Penulis: VOA Indonesia

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pemimpin militer Myanmar, pada Rabu (17/8/2022), mengecam kelompok negara-negara Asia Tenggara ASEAN karena melarang para jenderalnya hadir dalam pertemuan regional kelompok tersebut.

Negara itu menuduh ASEAN menyerah pada "tekanan eksternal."

Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara mengutuk junta Myanmar. Mereka menilai, junta gagal membuat kemajuan nyata dalam rencana perdamaian yang disepakati dengan blok beranggotakan 10 negara itu pada tahun lalu.

Baca juga: Jaga Hubungan Baik, Myanmar Akan Impor Minyak dari Rusia

Rencana tersebut mencakup pihak militer Myanmar harus dapat bersikap baik terhadap lawan dan menghentikan permusuhan dengan pihak oposisi.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih dalam kudeta pada tahun lalu. Sejak itu, militer membungkam pembangkang dengan kekuatan mematikan.

Baru-baru ini, junta dikritik karena mengeksekusi aktivis politik dan memenjarakan Aung San Suu Kyi, tokoh yang menjadi simbol gerakan oposisi dan demokrasi Myanmar.

ASEAN melarang jenderal Myanmar menghadiri pertemuan regional. Sebagian anggota ASEAN mengatakan pada bulan lalu bahwa pihaknya akan terpaksa memikirkan ulang langkah dalam menangani krisis di Myanmar kecuali junta menunjukkan kemajuan dalam rencana perdamaian yang telah disepakati.

Baca juga: Bangladesh Minta China Bantu Pemulangan Kembali Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Junta sendiri menolak tawaran untuk mengirim perwakilan nonpolitik ke pertemuan ASEAN.

Chum Sounry, juru bicara Kementerian Luar Negeri Kamboja yang saat ini memimpin ASEAN, mengatakan ASEAN "berharap situasi di Myanmar bisa sangat ditingkatkan, sehingga dapat kembali sebagai anggota tak terpisahkan dari keluarga ASEAN yang bersatu."

Beberapa negara Barat termasuk Amerika Serikat dan Inggris telah menjatuhkan sanksi kepada junta Myanmar atas kudeta tersebut.

Artikel ini pernah tayang di VOA Indonesia dengan judul Dilarang Ikut Pertemuan, Junta Myanmar Kritik ASEAN.

Baca juga: Bayi Gajah Putih Langka Lahir di Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hong Kong Tawarkan 500.000 Tiket Pesawat Gratis untuk Menarik Kembali Wisatawan

Hong Kong Tawarkan 500.000 Tiket Pesawat Gratis untuk Menarik Kembali Wisatawan

Global
Ribuan Tentara Rusia Menyerah, Telepon Hotline Kementerian Pertahanan Ukraina

Ribuan Tentara Rusia Menyerah, Telepon Hotline Kementerian Pertahanan Ukraina

Global
Kompetisi Memancing Ikan Terberat di Ohio Geger, Juara 1 Ternyata Susupkan Bola Pemberat di Wadah Ikan

Kompetisi Memancing Ikan Terberat di Ohio Geger, Juara 1 Ternyata Susupkan Bola Pemberat di Wadah Ikan

Global
Putin Serius tentang Ancaman Nuklir? Ini Jawaban Joe Biden

Putin Serius tentang Ancaman Nuklir? Ini Jawaban Joe Biden

Global
Hans Niemann Buka Suara Setelah Tuduhan Kecurangan Permainan Caturnya: Tak Akan Mundur

Hans Niemann Buka Suara Setelah Tuduhan Kecurangan Permainan Caturnya: Tak Akan Mundur

Global
Gelombang Baru Covid-19 Eropa di Tengah Datangnya Cuaca Dingin

Gelombang Baru Covid-19 Eropa di Tengah Datangnya Cuaca Dingin

Global
Tragedi Pedih Penembakan Massal Thailand, Anak-anak Masih Tidur Saat Serangan

Tragedi Pedih Penembakan Massal Thailand, Anak-anak Masih Tidur Saat Serangan

Global
Saat Putin Beri Sinyal Sadar akan Kerugian Besar Rusia di Ukraina...

Saat Putin Beri Sinyal Sadar akan Kerugian Besar Rusia di Ukraina...

Global
OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, AS Langsung Tinjau Hubungan dengan Arab Saudi

OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, AS Langsung Tinjau Hubungan dengan Arab Saudi

Global
Pemimpin Eropa Bersatu, Kompak Bertekad Melawan Sikap Putin

Pemimpin Eropa Bersatu, Kompak Bertekad Melawan Sikap Putin

Global
OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, AS Sebut Keputusan Picik, Kekhawatiran Inflasi Meningkat

OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, AS Sebut Keputusan Picik, Kekhawatiran Inflasi Meningkat

Global
Cerita Guru tentang Detik-detik Penembakan Massal di Penitipan Anak Thailand...

Cerita Guru tentang Detik-detik Penembakan Massal di Penitipan Anak Thailand...

Global
Dewan HAM PBB Tolak Debat soal Pelanggaran HAM China di Xinjiang, Ini yang Terjadi

Dewan HAM PBB Tolak Debat soal Pelanggaran HAM China di Xinjiang, Ini yang Terjadi

Global
Biden: Putin Tak Bercanda soal Nuklir di Ukraina, Peringatkan “Armageddon”

Biden: Putin Tak Bercanda soal Nuklir di Ukraina, Peringatkan “Armageddon”

Global
Biden Ampuni Ribuan Orang AS yang Dihukum karena Kepemilikan Ganja

Biden Ampuni Ribuan Orang AS yang Dihukum karena Kepemilikan Ganja

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.