Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khawatir Invasi China, Taiwan akan Evakuasi Koleksi Museum

Kompas.com - 18/08/2022, 20:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

TAIPEI, KOMPAS.com - Pada Juli, Museum Istana Nasional Taiwandi Taipei mengadakan "latihan tanggap perang" untuk melatih staf tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi perang.

Legislatif Taiwan telah mendesak museum untuk menetapkan protokol sejak Maret, tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina, agresi Moskwa telah menimbulkan kekhawatiran Beijing melakukan invasi serupa ke Taipei.

Direktur Museum Istana Nasional Mi-Cha Wu mengatakan kepada anggota parlemen bahwa lembaga tersebut bekerja dengan badan keamanan nasional untuk mencari tempat aman guna menyimpan koleksi museum jika perang terjadi.

Selama konferensi pers pada 8 Agustus 2022, juru bicara DPR Taiwan You Si-kun mengatakan cabang eksekutif pemerintah akan memimpin rencana untuk memperkuat perlindungan dan kemungkinan evakuasi koleksi museum.

Baca juga: Arah Hubungan AS-Taiwan di Bawah Rencana Kesepakatan Dagang Baru

Apakah koleksi museum di bawah ancaman invasi China?

Menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan awal bulan ini, China mengadakan latihan militer tujuh hari di perairan sekitar Taiwan. Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menembakkan rudal balistik sambil berulang kali mengirim pesawat militer dan kapal angkatan laut melintasi garis tengah Selat Taiwan.

Tindakan ini menjadi sebuah demarkasi tidak resmi antara China dan Taiwan. China telah lama memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan Beijing tidak melepaskan opsi untuk melakukan reunifikasi dengan kekerasan jika perlu.

Di tengah meningkatnya tekanan militer dari China, rumor mulai beredar di jagat maya China bahwa Taiwan berencana untuk memindahkan koleksi Museum Istana Nasional Taiwan ke Jepang dan AS. Museum membantah rumor ini dalam sebuah pernyataan dan mendesak orang Taiwan untuk tidak memercayai kabar itu.

Museum tidak akan membagikan rincian protokol evakuasi dengan DW, dan menyebutnya sebagai protokol "sangat rahasia." Sementara media AS, CNN, melaporkan bahwa latihan protokol itu melibatkan sekitar 90.000 buah artefak dari 700.000 item koleksi milik museum.

Patricia Huang, seorang ahli dalam studi museum di Universitas Pendidikan Nasional Taipei, mengatakan kepada DW bahwa sulit untuk menentukan tempat dan metode tertentu untuk mengangkut benda-benda tersebut.

"Sejujurnya, saya tidak tahu di mana, atau bahkan bagaimana, kami dapat mengirimkan harta itu dengan aman dan tenang pada saat ini," katanya.

Baca juga: Taiwan Pamer F-16V, Jet Tempurnya yang Paling Canggih Dilengkapi Rudal

Salah satu koleksi berharga Museum Istana Nasional Taiwan berupa seni lukis di era Dinasti Song (960-1279).EPA/NATIONAL PALACE MUSEUM/DPA/PICTURE ALLIANCE VIA DW INDONESIA Salah satu koleksi berharga Museum Istana Nasional Taiwan berupa seni lukis di era Dinasti Song (960-1279).

Sebagian besar museum di Taiwan memiliki rencana tanggap darurat yang membantu museum untuk menilai dan mengelola risiko, seperti kebakaran, banjir, atau serangan teroris, tetapi evakuasi masa perang belum menjadi prioritas, tambahnya.

Huang mengatakan prioritas museum selama perang adalah selalu keselamatan koleksi dan staf mereka. "Sebagian besar museum terletak di pusat kota dan itu berarti mereka kemungkinan besar akan terpengaruh jika ada konflik militer. Pemboman dan penjarahan adalah dua masalah terbesar," katanya.

"Semua barang yang dapat rusak akibat ledakan disarankan untuk dikeluarkan dari kotak kaca, dibungkus, dan disimpan di tempat yang aman. Mengangkut barang berharga memiliki risiko yang besar, tetapi terkadang memindahkan koleksi adalah satu-satunya pilihan yang layak. Setiap museum perlu mengevaluasi situasinya sendiri dengan hati-hati," tambah Huang.

Museum besar lainnya di Taiwan, Museum Nasional Taiwan, mengatakan kepada DW bahwa lembaga tersebut menerapkan rencana evakuasi.

Rencana tersebut mencakup daftar barang yang harus dievakuasi berdasarkan keunikannya dan rencana tempat menyimpan koleksi tersebut dengan aman. Museum itu mengatakan pihaknya berencana untuk mengadakan latihan tanggap perang pertama sebelum Desember 2022.

Baca juga: China Jatuhkan Sanksi ke 7 Pejabat Taiwan, Ini Alasannya

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Global
Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Global
DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

Global
Jerman Akan Kirim Fregat 'Hamburg' untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Jerman Akan Kirim Fregat "Hamburg" untuk Lindungi Kapal-kapal di Laut Merah

Global
Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Kapal Terbalik di India, 7 Orang Tewas

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 34.049 Orang, Gencatan Senjata Dinantikan

Global
Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Apa Sebenarnya Penyebab Ledakan Pangkalan Militer di Irak?

Global
Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Warga Ini Sudah Masak Banyak dan Pasang Tenda untuk Halal Bihalal Lebaran, Ternyata Teman-temannya Ingkar Datang

Global
Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Arab Saudi dan Beberapa Negara Menyesal Upaya Palestina Jadi Anggota PBB Gagal

Global
Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Dalam Sehari, 2 Calon Wali Kota di Meksiko Dilaporkan Tewas

Global
Korea Utara Kembali Uji Coba Hulu Ledak Superbesar

Korea Utara Kembali Uji Coba Hulu Ledak Superbesar

Global
Perang di Sudan, PBB: 800 Ribu Warga Berada dalam Bahaya Ekstrem

Perang di Sudan, PBB: 800 Ribu Warga Berada dalam Bahaya Ekstrem

Global
Hari Ini, Pemimpin Hamas Adakan Pembicaraan dengan Turkiye

Hari Ini, Pemimpin Hamas Adakan Pembicaraan dengan Turkiye

Global
Rangkuman Hari ke-786 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Ukraina Gempur Belgorod | Zelensky Terus Desak NATO

Rangkuman Hari ke-786 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Ukraina Gempur Belgorod | Zelensky Terus Desak NATO

Global
Drone Ukraina Serang Belgorod, 2 Warga Sipil Tewas

Drone Ukraina Serang Belgorod, 2 Warga Sipil Tewas

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com