Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/08/2022, 17:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber NDTV

KOMPAS.com - Tradisi pernikahan di seluruh dunia memiliki ritual uniknya sendiri. Tapi baru-baru ini, video salah satu ritual semacam itu dari Nepal telah membuat heboh internet.

Dilansir NDTV, klip yang dibagikan di Instagram menunjukkan bagaimana sepasang pengantin hampir baku hantam dalam perkelahian yang intens namun "menyenangkan" selama upacara pernikahan mereka.

Video pendek awalnya menunjukkan pengantin duduk mengenakan pakaian pernikahan tradisional.

Baca juga: Kisah Haru Wanita Semarang Kehilangan Kekasih Asal Jerman Jelang Pernikahan…

Beberapa saat kemudian, ketika pasangan itu memulai ritual memberi makan satu sama lain, mereka malah saling mendorong dan menarik secara fisik.

Di akhir klip, pengantin pria terlihat tersenyum saat sang istri dengan paksa mencoba memberinya makan terlebih dahulu.

Orang-orang di sekitar mereka juga terlihat berusaha menghentikan pasangan itu agar tidak terlibat perkelahian besar-besaran.

Baca juga: Zelensky Minta Pemerintahnya Kaji Legalitas Pernikahan Sesama Jenis di Ukraina

Di media sosial, video tersebut telah mengumpulkan lebih dari 70.000 suka dan telah menarik reaksi beragam dari pemirsa.

"Apa yang sedang terjadi di sini?" ujar salah satu warganet.

"Ini adalah tradisi, lebih seperti kompetisi antara pengantin tentang siapa yang memberi makan orang lain dengan cara tercepat. Tapi mereka melakukannya terlalu jauh," yang lain menjelaskan.

Baca juga: Kuba Resmi Izinkan Pernikahan Sesama Jenis

Sementara itu, berbicara tentang ritual pernikahan, bulan lalu seorang pria dan wanita menikah 30 tahun setelah kematian mereka.

Upacara tersebut merupakan bagian dari tradisi yang disebut "Pretha Kalyanam" atau "perkawinan orang mati".

Tradisi yang diikuti di beberapa bagian Karnataka dan Kerala ini dilakukan bagi mereka yang meninggal saat lahir.

Baca juga: Kuba Resmi Izinkan Pernikahan Sesama Jenis

Masyarakat di sana percaya ini sebagai cara untuk menghormati roh leluhur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber NDTV
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Atlet Usia 7 Tahun Ikut Latihan Militer di China

Atlet Usia 7 Tahun Ikut Latihan Militer di China

Global
5 Pemilu pada 2024 yang Dapat Berpengaruh Besar bagi Dunia

5 Pemilu pada 2024 yang Dapat Berpengaruh Besar bagi Dunia

Global
5 Meter Menuju Penyelamatan 41 Pekerja yang Terjebak di Terowongan India

5 Meter Menuju Penyelamatan 41 Pekerja yang Terjebak di Terowongan India

Global
Human Rights Watch Sebut Ledakan RS Gaza Disebabkan Roket Hamas yang Salah Sasaran

Human Rights Watch Sebut Ledakan RS Gaza Disebabkan Roket Hamas yang Salah Sasaran

Global
Salah Satu Media Besar AS Dituduh Membuat Artikel Pakai AI

Salah Satu Media Besar AS Dituduh Membuat Artikel Pakai AI

Global
Pertama Kali sejak 1965, Militer AS Akan Ledakkan Reaktor Nuklir di Luar Angkasa

Pertama Kali sejak 1965, Militer AS Akan Ledakkan Reaktor Nuklir di Luar Angkasa

Global
Pertama Kalinya, Inggris Deteksi Kasus Flu pada Manusia Bergejala Mirip Flu Babi

Pertama Kalinya, Inggris Deteksi Kasus Flu pada Manusia Bergejala Mirip Flu Babi

Global
Wabah Pernapasan Kian Melonjak di China, Haruskah Dunia Khawatir?

Wabah Pernapasan Kian Melonjak di China, Haruskah Dunia Khawatir?

Global
Rangkuman Hari Ke-642 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Buru Juru Bicara Meta | Badai Terjang Rusia-Ukraina

Rangkuman Hari Ke-642 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Buru Juru Bicara Meta | Badai Terjang Rusia-Ukraina

Global
Dituduh Pro-Barat dan Israel, Sentimen Anti-Singapura Meningkat di Media Sosial

Dituduh Pro-Barat dan Israel, Sentimen Anti-Singapura Meningkat di Media Sosial

Global
AS Berterima Kasih pada Qatar atas Upaya Pembebasan Sandera

AS Berterima Kasih pada Qatar atas Upaya Pembebasan Sandera

Global
Elon Musk Kunjungi Lokasi Serangan Hamas di Israel Ditemani Netanyahu

Elon Musk Kunjungi Lokasi Serangan Hamas di Israel Ditemani Netanyahu

Global
Sejumlah Negara Serukan Solusi 2 Negara untuk Selesaikan Konflik Israel-Palestina

Sejumlah Negara Serukan Solusi 2 Negara untuk Selesaikan Konflik Israel-Palestina

Global
Kim Jong Un Terima Foto Gedung Putih dari Satelit Mata-mata Baru Korea Utara

Kim Jong Un Terima Foto Gedung Putih dari Satelit Mata-mata Baru Korea Utara

Global
Hamas Bebaskan 11 Sandera, Israel Lepas 33 Tahanan

Hamas Bebaskan 11 Sandera, Israel Lepas 33 Tahanan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com